Minggu, 20 April 2014

PENGALAMAN PRIBADI

PENGALAMAN PRIBADI


KETIKA INGIN MASUK PERGURUAN TINGGI

     Dimulai saat kelas 3 smk Negri Tasikmalaya jurusan otomotif ,saya belum tau ingin melanjutkan
perguruan tinggi apa engga.
Saat itu saya masih kelas 3 smk,mengambil jurusan otomotif, saya belum kepikiran masuk perguruan
tinggi apa engga.
“Pingin nya saya sih mau langsung kerja”.
Ketika UN sudah selesai dan hasil UN pun sudah keluar dan hasil nya lulus.
Lalu temen saya memberi tau saya ada lowongan kerja.
“Dimana”ucap saya.
Temen saya pun menjawab ada lowongan kerja di Daihatsu.
Saya pun mencoba mendaftar
testing dulu ke Daihatsu.
Daihatsu sengaja ke kota Tasikmalaya untuk mencari pegawai Daihatsu.
Bertempat di Smk N 2 Tasikmalaya.
Kenapa bertempat nya di Smk N 2 Tasikmalaya??
Karna Smk N 2 Tasikmalaya sudah terkenal dlam belajar dan mendidik siswa-siswi nya itu bagus dan
disiplin.
Rambut nya aja harus 1cm kalo masuk Smk N 2 mah, gaboleh panjang sampe kelas 3 pun harus pendek 1cm.
Saya dan tman-teman seangkatan saya pun jurusan otomotif mencoba mendaftar testing itu.
Pada hari senin jam 07.0 saya sama teman-teman saya mendaftar kan diri.
Sekolah dari luar kota pun bannyak yg mengikuti testing ini.
“Cukup banyak yg mengikuti testing Daihatsu ini” ucap saya pada temen saya.
“Akan kah aku lulus mengikuti testing ini” ucap saya dari hati.
Dan saya sama temen saya pun mengisi kertas pendaftaran itu.
“Tensting di mulai jam 12.30” ucap pengawas loket pendaftaran itu.
Lalu saya sama temen saya pun pergi ke warung dulu untuk menunnggu tes di mulai.
Sesudah jam 12.30 saya sama temen saya pun masuk ke ruangan untuk testing.
Lumayan banyak pesrta yg mengikuti testing ini.
Saya pun mengisi lemmbaran testing ini.
Di beri wakktu 30 menit dalam satu lembar nya, ada 3lembaran yg di beri untuk di isi.
Saya pun mengisi nya tepat waktu.
Setelah itu waktu pun habis.
Saya pun pulang kerumah, karna hasil test ini akan keluar 2hari kedepan.
2 hari sudah lewat, dan hasil nya sangat mengeccewakan.
Saya tida lulus mengikuti testing ini, temen-temen saya pun ga ada yg lulus. Hehehe
Emang ketat persaingan nya, karna Daihatsu ini emang pt yg elit.
Dalm hapir kemungkinan 600 pesrta yg mendaftar hanya 50 orang yg lulus tes ini. Itu juga belum test wawancar atau yg lain nya.
Sejak itu saya berkeinginan untuk masuk perguruan tinggi.
Dimulai dari pengalaman mendaftar kan diri masuk kerja dan hasil nya ga lulus, saya pun bekeinginan masuk perguruan tinggi,di karenakan persaingan dalam masuk kerja sekarang sangat tinggi kalo pangkat ijasah nya smk mah aplagi ga ada apa apa nya dalam masuk dunia kerja.
Semua berkas berkas sekolah kaya ijjasah rapot sudah keluar saya pun mencari universitas yg saya ingin kan.
Sejak itu mamah saya bilang untuk melanjutkan kuliah di Bekasi aja.
“Kenapa mamh saya bilang gitu”??
Karna saya suka main kalo di tasik ga focus sama belajar,focus nya main mulu.
Saya pun ke Bekasi mencari universitas. Saya pun mencari cari sama sodara saya.
Udah beberapa yg saya jumpai ga ada pas yg saya ingin kan.
Dan pas terkhir nya yg sudah-sudah di jumpai, sodara sya pun mengajak saya ke Universitas Gunadarma.
Saat melihat kampus dan mahasiswa nya banyak,saya pun berminat untuk masuk Universitas Gunadarma ini.
Bukan juga karna mahasiswa nya banyak dan kampus nya bagus saya ingin kuliah di Gundar.
Dan karna kata sodara saya Universitas Gunadarma ini emang bagus pendidikan nya.
ya di situlah saya ingin masuk Universitas Gunadarma ini.
Saya coba browsing gimana sih Universitas Gunadarma ini.
“Bagus juga universitas ini”ucap saya, di karnakan dalam rengking se Indonesia Universitas ini peringkat ke 4. Disitulah saya membulatkan untuk masuk Universitas Gunadarma ini.
Saya pun mendaftar kan diri bareng soodara saya.
Seperti biasa ada yg nama nya testing.saya pun testing dan lulus dapet nilai B. hah payah
“Gapapa lah dapat nilai B juga,yg penting keterima masuk”ucap sodara saya.
Kalo dapet nilai A apalagi AA dapet potongan harga sks. Dikarenakan otak saya pas pasan jadinya dapet nilai B.
“ya ga papa lah”ucap saya dari hati.
Dan saya pun keterima jadi mahasiswa Universitas Gunadarma ini.

Sabtu, 19 April 2014

KEPEMIMPINAN TUGAS 3


       KEPEMIMPINAN


a) Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: – pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.
b) Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
- Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.
- Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)

c) Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi

Rabu, 02 April 2014

Perilaku organisasi tugas 2

Perilaku organisasi 

  • PERILAKU ORGANISASI Organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan secara taratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan. (Indriyo Gitosudarmo, 1997) Organisasi memiliki unsur-unsur tersebut sebagai berikut : 1. Sistem Bahwa Organisasi adalah kumpulan dari sub-sub sistem 2. Pola Aktivitas Bahwa didalamnya ada aktivitas-aktivitas yang dilakukan orang yang dilaksanakan secara relatif teratur dan cenderung berulang. 3. Sekelompok Orang Organisasi adalah kumpulan orang-orang. 4. Tujuan Setiap organisasi didirikan adalah untuk mencapai suatu tujuan.
  • PENGERTIAN PERILAKU ORGANISASIPENGERTIAN PERILAKU ORGANISASI 1] Indriyo Gito Sudarmo dan Nyoman Sudita (1997) Bidang ilmu yang mempelajari tentang interaksi manusia dalam organisasi yang meliputi studi secara sistematis tentang perilaku struktur dan proses dalam Organisasi. 2] Keith Davis dan john Newstrom (1985) Telah dan aplikasi pengetahuan tentang bagaimamn orang–orang bertindak di dalam organisasi. 3] Gibson dan kawan-kawan (1996) Bidang studi yang mencangkup teori, metode dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin guna mempelajari persepsi individu, nilai-nilai dan tindakan- tindakan saat bekerja dalam kelompok dan dalam organisasi secara keseluruhan menganalisa akibat lingkungan eksternal terhadap organisasi studinnya, misi dan sasara dan serta strategi. 4] Stephen P. Robins (2001) Bidang yang menyelidiki pengaruh yang di timbulkan oleh individu, kelompok, Dan struktur terhadap perilaku [ manusia ] di dalam organisasi dengan tujuan Menerapkan pengetahuan yang dapat untuk meningkatkan efektivitas organisasi.
  • PENGERTIAN PERILAKU ORGANISASI MENURUT MIFTAH TOHAPENGERTIAN PERILAKU ORGANISASI MENURUT MIFTAH TOHA Perilaku organisasi adalah suatu studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia dalam suatu organisasi atau suatu kelompok tertentu. Serentetan Defenisi tentang perilaku organisasi selalu titik awal pemberangkatannyaSerentetan Defenisi tentang perilaku organisasi selalu titik awal pemberangkatannya dimulai dari perilaku manusia dan atau lebih banyak menekankan pada aspek-aspekdimulai dari perilaku manusia dan atau lebih banyak menekankan pada aspek-aspek psikologi dari tingkah laku individupsikologi dari tingkah laku individu.. HAL-HAL LAIN YANG KIRANYA BISA DIPERTIMBANGKAN, SEPERTI YANG DIJELASKAN OLEH DUNCAN, ANTARA LAIN : 1. Studi perilaku organisasi termasuk di dalamnya bagian-bagian yang relevan dari semua ilmu tingkah laku yang berusaha menjelaskan tindakan-tindakan manusia di dalam organisasi. 2. Perilaku organisasi sebagaimana suatu disiplin mengenal bahwa individu dipengaruhi oleh bagaimana pekerjaan diatur dan siapa yang bertanggung jawab untuk pelaksanaannya. 3. Walaupun dikenal adanya keunikan pada individu, namun perilaku organisasi masih memusatkan pada kebutuhan manajeruntuk menjamin bahwa keseluruhan tugas pekerjaan bisa dijalankan.
  • Larry L. Cummings, Presiden dari Akademi Manajemen di Amerika SerikatLarry L. Cummings, Presiden dari Akademi Manajemen di Amerika Serikat memberikan suatu analisa perbedaan antara perilaku organisasi dengan disiplin lain yangmemberikan suatu analisa perbedaan antara perilaku organisasi dengan disiplin lain yang erat hubungannya dengan ilmu perilaku.erat hubungannya dengan ilmu perilaku. Menurut L. Cummings perbedaan yang dumaksud sebagai berikut :Menurut L. Cummings perbedaan yang dumaksud sebagai berikut : 1. Perbedaan antara perilaku organisasi dengan psikologi organisasi, antara lain : Psikologi organisasi membatasi konstruksi penejelasannya pada tingkat psikologi saja, akan tetapi perilaku organisasi konstruksi penjelasaannya berasal dari multi disiplin. Kesamaan keduanya ialah kedua bidang tersebut menjelaskan perilaku orang-orang di dalam suatu organisasi. 2. Perbedaan antara perilaku organisasi dengan terori organisasi didasarkan pada dua perbedaan anataranya Unit analisanya dan pusat variabel tak bebas. Perilaku organisasi dirumuskan sebagai suatu studi dari tingkah laku individu dan kelompok di dalam suatu organisasi dan penerapan dari ilmu pengetahuan tertentu. Teori organisasi adalah studi tentang susunan, proses, dan hasil-hasil dari organisasi itu sendiri. 3. Perbedaan antara perilaku organisasi dengan Personnel dan Human Resources adalah, bahwa perilaku organisasi lebih menekankan pada orientasi konsep, sedangkan Personnel dan Human Resources (P & HR) menekankan pada teknik dan teknologi.
  • L. Cummings juga menekankan bahwa Perilaku Organisasi adalah suatu cara berpikir, suatuL. Cummings juga menekankan bahwa Perilaku Organisasi adalah suatu cara berpikir, suatu cara untuk memahami persoalan-persoalan dan menjelaskan secara nyata hasil-hasilcara untuk memahami persoalan-persoalan dan menjelaskan secara nyata hasil-hasil penemuan berikut tindakan-tindakan pemecahan. Dia menyarankan beberapa sifat dari ilmupenemuan berikut tindakan-tindakan pemecahan. Dia menyarankan beberapa sifat dari ilmu perilaku organisasi yang merepfleksi dua pendapat ini.Secara singkat sifat-sifat tersebut sebagaiperilaku organisasi yang merepfleksi dua pendapat ini.Secara singkat sifat-sifat tersebut sebagai berikut :berikut : 1. Masalah persoalan-persoalan dirumuskan secara tipikal dalam bentuk kerangka kerja variabel tak bebas (Dependent Variable) dan Variabel Bebas (Independent Variable). Model ini berusaha mencari sebab akibat. 2. Bidang ini mendorong adanya suatu perubahan sebagai suatu hasil yang diinginkan oleh organisasi dan orang-orang yang berada dalam organisasi 3. Bidang ini melalui pengembangan pribadi, pertumbuhan person, dan pencapaian kepuasan diri. Bidang inipun menekankan sisi lain yakni model belajar dan operan (Operant Learning) dan modifikasi tingkah laku (Behavior Modification), yang lebih merefleksi pada pengaruh lingkungan dibanding dengan aktualisasi diri ( Self Actualization). 4. Bidang pengetahuan perilaku organisasi ini menjadi lebih berorientasi pada pelaksanaan kerja, dan hampir semua studi memasukkan suatu varibel tak bebas berupa organisasi pelaksanaan kerja ini pada orientasinya.
  • KESIMPULAN Perilaku Keorganisasian adalah suatu studi tentang apa yang dikerjakan oleh orang-orang dalam organisasi dan bagaimana perilaku orang- orang tersebut dapat mempengaruhi kinerja organisasi dengan bahan kajiannya adalah sikap manusia terhadap pekerjaan, terhadap rekan, imbalan, kerjasama dan yang lainnya.
  • Tingkat Analisis Dalam Perilaku Keorganisasian 1] Tingkat individu artinya terkait dengan perilaku, nilai saat berinteraksi. 2] Tingkat kelompok artinya pengaruh terhadap perilaku anggota oleh dinamika Anggota kelompok, norma dan nilai kelompok. 3] Tingkat organisasi artinya proses pengambilan keputusan manajemen. Fokus perilaku Keorganisasian dalam mempelajari perilaku keorganisasian berfokus pada : 1] Perilaku [ perilaku individu dan organisasi ] 2] Struktur [ organisasi dan kelompok ] 3] Proses [ interaksi di antara anggota ], proses tersebut berupa komunikasi, Kepemimpinan, pengambilan keputusan dan lain- lain,
  • Tujuan mempelajari Perilaku Keorganisasian 1. Memahami perilaku yang terjadi di dalam Keorganisasian 2. Meramalkan Kejadian-kejadian yang terjadi di dalam Organisasi 3. Mengendalikan Perilaku Oleh Nimran (1999) Ketiga Perilaku tersebut di atas disebut : 1. Prediksi 2. Eksplanasi atau Penyelarasan berbagai Peristiwa 3. Pengendalian
  • Konstribusi Beberapa Bidang Ilmu Terhadap Perilaku Dalam Organisasi Psikologi 1. Psikologi Psikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur,menjelaskan,dan kadang mengubah perilaku. Kontribusinya ilmu ini terhadap perilaku keorganisasian adalah dalam hal; pembelajaran, motivasi, kepribadian, persepsi, pelatihan, efektifitas kepemimpinan, kepuasan kerja, pengambilan keputusan individu, penilaian kerja, pengukuran sikap, seleksi karyawan, desain kerja, stress kerja. 2. Psikologi sosial Psikologi sosial adalah salah satu bidang dalam psikologi, yang memadukan konsep-konsep baik dari psikologi maupun sosiologi dan memusatkan perhatian pada saling, keterpengaruhan antara orang-orang.Kontribusi dari ilmu ini kepada perilaku keorganisasian meliputi:perubahan perilaku, perubahan sikap, komunikasi, proses kelompok, pengambilan keputusan kelompok. 3. Sosiologi Sosiologi adalah studi tentang orang-orang dalam hubungannya dengan Sesama.Terkait pemahaman tentang sistem sosial dan interaksi manusia Dalam suatu sistem sosial.sumbangannya meliputi;dinamika kelompok, Tim-tim kerja,kekuasaan,konflik, perilaku antar kelompok, teori orgsnisasi Formal, perubahan organisasi, budaya organisasi. 4. Antropologi Antropologi adalah studi tentang masyarakat khususnya tentang manusia Beserta kegiatannya.Jadi sumbangannya yang tidak kecil terhadap perilaku Keorganisasian adalah dalam hal:nilai komparatif,analisis lintas budaya, Lingkungan organisasi. 5. Ilmu politik Ilmu politik adalah pengetahuan tentang perilaku individu dan kelompok dalam suatu lingkungan politik.sumbangannya yang sangat kentara dalam Hal ini adalah seperti konflik, politik intra-organisasi dan kekuasaan.
  • KONSEP DASAR PERILAKU KEROGANISASIAN Setiap bidang ilmu memiliki landasan Filosofi seperti Akuntansi, Fisika, dan lain-lain, tidak demikian dengan perilaku keorganisasian yang notabene melibatkan manusia. Perilaku Keorganisasian akan bersangkut paut dengan seperangkat konsep dasar disekitar keorganisasian. HAKEKAT MANUSIA, MELIPUTI PEMAHAMAN TENTANG : 1. Perbedaan Individu adalah bahwa setiap orang berbeda satu dengan yang lain 2. Orang seutuhnya adalah orang-orang berfungsi sebagai mahluk manusia seutuhnya 3. Perilaku termotivasi adalah orang berperilaku karena suatu dorongan yang berangkat dari suatu kebutuhan. Motivasi sangat penting dalam menyelenggarakan organisasi. 4. Manusia memiliki nilai martabat HAKEKAT MANUSIA, MELIPUTI PEMAHAMAN TENTANG : 1. Sistem Sosial artinya bahwa Organisasi adalah sistem sosial yang dibentuk untuk kepentingan bersama. 2. Kepentingan bersama artinya bahwa organisasi membutuhkan orang-orang, dan orang-orang membutuhkan organisasi
  • PRINSIP DASAR PERILAKU MANUSIA 1. Manusia berbeda perilakunya karena kemampuan tidak sama. 2. Manusia mempunyai kebutuhan yang berbeda. 3. Orang berfikir tentang masa depan dan membuat pilihan tentang bagaimana bertindak. 4. Seorang memahami lingkungan dalam hubungan dengan pengalaman masa lalu dan kebutuhannya. 5. Seorang mempunyai reaksi senang dan tidak senang. 6. Banyak faktor menentukan sikap dan perilaku seseorang.
  • PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI • Seorang individu dengan lingkungan menentukan perilaku keduanya secara langsung.