Suatu hari, seorang remaja putri berkendara dengan ayahnya. Di
tengah perjalanan, mendadak turun hujan yang sangat lebat. Remaja putri
itu bertanya pada si ayah. “Bagaimana ini, Ayah?”
Sang ayah menjawab, “Jalan saja terus.” Mobil-mobil yang lain mulai
bergerak ke bahu jalan karena hujan turun semakin deras. “Aah, bagaimana
ini? Apa kita perlu minggir juga?” tanya si remaja putri itu sekali
lagi. “Tetap saja menyetir,” jawab sang ayah dengan tenang.
Dalam jarak beberapa meter berikutnya, dia memperhatikan sudah ada
delapan belas pengendara yang juga meminggirkan kendaraannya. Dia pun
berkata lagi pada sang ayah, “Yah, aku harus berhenti, pandanganku sudah
tidak jelas. Cuacanya benar-benar buruk. Semua orang juga sudah
berhenti di bahu jalan!”
Meski begitu, sang ayah tetap bersikukuh dengan jawabannya, “Jangan
menyerah, jalan saja terus!” Mereka pun tetap berkendara meski
kecepatannya rendah di tengah guyuran hujan deras, namun sesaat kemudian
si remaja putri bisa melihat sedikit lebih jelas.
Setelah beberapa kilometer, mereka sudah berada di daerah yang kering
lagi. Sinar matahari bersinar terang. Sang ayah berkata, “Sekarang, kita
bisa berhenti dan keluar mobil sebentar.” Putrinya menjawab, “Tapi,
kenapa sekarang?” Jawab sang ayah, “Saat kamu keluar nanti, lihatlah ke
belakang, ke arah orang-orang yang tadi menyerah dan akhirnya malah
masih terjebak dalam hujan yang lebat. Karena kamu tidak pernah
menyerah, kamu bisa keluar dari hujan tadi.”
Seperti dalam kisah pengalaman remaja putri dan ayahnya di atas,
kita bisa belajar untuk tidak cepat menyerah meski orang lain, yang
paling kuat sekalipun, bersikap menyerah. Jika kita tetap melangkah
dengan kepala tegak menghadapi badai sehebat apa pun dalam hidup ini,
cepat atau lambat badai itu akan berakhir dan matahari akan menyinari
wajah kita lagi.
http://www.andriewongso.com/articles/details/13542/Tak-Pernah-Menyerah
Kamis, 23 April 2015
Kamis, 09 April 2015
Pengorbanan seseorang yg ingin tercipta nya kedamaian
Pengorbanan
seseorang yg ingin tercipta nya kedamaian
Awal mula dari peperang yg menjadi jadi, muncul lah
seseorang yg rela mengorbankan kesedihan nya sendiri demi terciptanya
kedamaian.
Di dunia sinobi terjadi peperangan yg ta henti henti.
Peperangan terus menerus terjadi antar Negara.
Di sebuah Negara yg
bernama konoha terdapat beberapa klan.
Klan - klan di Negara tersebut ada banyak, tapi yg paling
kuat dia antara klan tersebut ada dua yaitu klan uchi dan klan midori. Kedua
klan tersebut sangat di segani di Negara konoha karena kekuatan nya yg sangat
kuat dan hebat. Tapi sayag nya klan uchiha sangat ingin berambisi merebut semua
kekuasaan dari Negara tersebut karna ingin menaklukan dunia.
Disinilah datang seseorang bernama raiken, seseorang yg
pintar dan berbakat dalam beladiri dan jurus jurus nya karna kepintaran nya.
Dia dari klan uciha, tetapi dia tidak ingin mengikuti
tentang ambisi dan tujuan ketua klan nya sediri yg ingin menguasai segalanya.
Lalu dia menjadi mata-mata klan uchia, di karenakan dia
mahir dan pintar dalam jurus jurus. Raiken pun menerima tugas nya karna dia tidak ingin
mengecewakan klan nya sendiri. Dia pun masuk menjadi seorang anbu tim khusus
Negara konoha. Namun di balik itu semua raiken punya rencana nya sediri dia
tidak ingin tujuan klan nya sendiri menjadi kenyataan. Dia pun menceritakan nya
semua kepada peminpin Negara konoha. Karna raiken ingin tercipta nya sebuah
kedamaian.
Kemudian setelah itu pemimpin dari Negara konoha, menugaskan
raiken utuk sebuah misi rahasiah.
Misi itu, dia harus membinasakan klan uchia semuanya supaya
tidak terjadi saling membunuh antar klan klan dari Negara konoha. Dia mengeluh
karna tugas ini sangat berat karna kluarga nya sendiri adalah klan uchia.
Demi tercapai nya sebuah kedamain,raiken pun menerima tugas
misi rahasiah ini. Dia rela menanggung semua beban kesedihan nya sendirian.
Suatu malam dia pun menjalankan tugas nya membinasakan semua
klan nya sendiri termasuk keluarga nya sendiri. Semuanya di bunuh tapi dia
tidak bisa membunuh adik nya sendiri. Dia pun tidak membunuh adik nya sendiri.
Sang adik melihat semua pembantaian, yg sangat ironis nya
lagi dia pun melihat kedua orang tua nya dibunuh oleh kakanya sendiri. Dia pun
dendam kepada kaka nya yg telah membinasakan semua klan nya sendiri. Tapi di
balik itu semua raiken pun sangat sedih menjalani tugas nya ini, terutama saat
membantai kedua orang tua nya, dia sambil meneteskan airmata membunuh kedua
orang tua nya, di karnakan untuk tercapai nya suatu kedamaian.
Misi pun sukses di jalani. Lalu dia pun pergi meninggalkan
Negara nya sendiri,karna dia malu atas misi rahasiah tersebut. Dia pun pergi
dengan kesedihan yg di pikul nya sendiri, demi tercapainya kedamaian.
Disusun oleh : iman.suryaman
Langganan:
Komentar (Atom)