Kamis, 23 April 2015

Tak Pernah Menyerah

Suatu hari, seorang remaja putri berkendara dengan ayahnya. Di tengah perjalanan, mendadak turun hujan yang sangat lebat. Remaja putri itu bertanya pada si ayah. “Bagaimana ini, Ayah?”

Sang ayah menjawab, “Jalan saja terus.” Mobil-mobil yang lain mulai bergerak ke bahu jalan karena hujan turun semakin deras. “Aah, bagaimana ini? Apa kita perlu minggir juga?” tanya si remaja putri itu sekali lagi. “Tetap saja menyetir,” jawab sang ayah dengan tenang.

Dalam jarak beberapa meter berikutnya, dia memperhatikan sudah ada delapan belas pengendara yang juga meminggirkan kendaraannya. Dia pun berkata lagi pada sang ayah, “Yah, aku harus berhenti, pandanganku sudah tidak jelas. Cuacanya benar-benar buruk. Semua orang juga sudah berhenti di bahu jalan!”

Meski begitu, sang ayah tetap bersikukuh dengan jawabannya, “Jangan menyerah, jalan saja terus!” Mereka pun tetap berkendara meski kecepatannya rendah di tengah guyuran hujan deras, namun sesaat kemudian si remaja putri bisa melihat sedikit lebih jelas.

Setelah beberapa kilometer, mereka sudah berada di daerah yang kering lagi. Sinar matahari bersinar terang. Sang ayah berkata, “Sekarang, kita bisa berhenti dan keluar mobil sebentar.” Putrinya menjawab, “Tapi, kenapa sekarang?” Jawab sang ayah, “Saat kamu keluar nanti, lihatlah ke belakang, ke arah orang-orang yang tadi menyerah dan akhirnya malah masih terjebak dalam hujan yang lebat. Karena kamu tidak pernah menyerah, kamu bisa keluar dari hujan tadi.”

Seperti dalam kisah pengalaman remaja putri dan ayahnya di atas, kita bisa belajar untuk tidak cepat menyerah meski orang lain, yang paling kuat sekalipun, bersikap menyerah. Jika kita tetap melangkah dengan kepala tegak menghadapi badai sehebat apa pun dalam hidup ini, cepat atau lambat badai itu akan berakhir dan matahari akan menyinari wajah kita lagi.


http://www.andriewongso.com/articles/details/13542/Tak-Pernah-Menyerah

Kamis, 09 April 2015

Pengorbanan seseorang yg ingin tercipta nya kedamaian



Pengorbanan seseorang yg ingin tercipta nya kedamaian

Awal mula dari peperang yg menjadi jadi, muncul lah seseorang yg rela mengorbankan kesedihan nya sendiri demi terciptanya kedamaian.
Di dunia sinobi terjadi peperangan yg ta henti henti. Peperangan terus menerus terjadi antar Negara.
Di sebuah Negara  yg bernama konoha terdapat beberapa klan.
Klan - klan di Negara tersebut ada banyak, tapi yg paling kuat dia antara klan tersebut ada dua yaitu klan uchi dan klan midori. Kedua klan tersebut sangat di segani di Negara konoha karena kekuatan nya yg sangat kuat dan hebat. Tapi sayag nya klan uchiha sangat ingin berambisi merebut semua kekuasaan dari Negara tersebut karna ingin menaklukan dunia.
Disinilah datang seseorang bernama raiken, seseorang yg pintar dan berbakat dalam beladiri dan jurus jurus nya karna kepintaran nya.
Dia dari klan uciha, tetapi dia tidak ingin mengikuti tentang ambisi dan tujuan ketua klan nya sediri yg ingin menguasai segalanya.
Lalu dia menjadi mata-mata klan uchia, di karenakan dia mahir dan pintar dalam jurus jurus. Raiken pun  menerima tugas nya karna dia tidak ingin mengecewakan klan nya sendiri. Dia pun masuk menjadi seorang anbu tim khusus Negara konoha. Namun di balik itu semua raiken punya rencana nya sediri dia tidak ingin tujuan klan nya sendiri menjadi kenyataan. Dia pun menceritakan nya semua kepada peminpin Negara konoha. Karna raiken ingin tercipta nya sebuah kedamaian.
Kemudian setelah itu pemimpin dari Negara konoha, menugaskan raiken utuk sebuah misi rahasiah.
Misi itu, dia harus membinasakan klan uchia semuanya supaya tidak terjadi saling membunuh antar klan klan dari Negara konoha. Dia mengeluh karna tugas ini sangat berat karna kluarga nya sendiri adalah klan uchia.
Demi tercapai nya sebuah kedamain,raiken pun menerima tugas misi rahasiah ini. Dia rela menanggung semua beban kesedihan nya sendirian.
Suatu malam dia pun menjalankan tugas nya membinasakan semua klan nya sendiri termasuk keluarga nya sendiri. Semuanya di bunuh tapi dia tidak bisa membunuh adik nya sendiri. Dia pun tidak membunuh adik nya sendiri.
Sang adik melihat semua pembantaian, yg sangat ironis nya lagi dia pun melihat kedua orang tua nya dibunuh oleh kakanya sendiri. Dia pun dendam kepada kaka nya yg telah membinasakan semua klan nya sendiri. Tapi di balik itu semua raiken pun sangat sedih menjalani tugas nya ini, terutama saat membantai kedua orang tua nya, dia sambil meneteskan airmata membunuh kedua orang tua nya, di karnakan untuk tercapai nya suatu kedamaian.
Misi pun sukses di jalani. Lalu dia pun pergi meninggalkan Negara nya sendiri,karna dia malu atas misi rahasiah tersebut. Dia pun pergi dengan kesedihan yg di pikul nya sendiri, demi tercapainya kedamaian.   

Disusun oleh : iman.suryaman