“May the sun always shine on your windowpane; May a rainbow
be certain to follow each rain; May the hand of a friend always be near
you; May God fill your heart with gladness to cheer you”.#Irish
Blessing.
Ketika bangun dari tidur, tentunya kita selalu berharap hari ini
adalah hari terbaik yang akan kita miliki. Hidup yang kita jalani kan
hari ini atau sekarang. Hari kemarin itu sudah berlalu dan hari esok pun
kita tidak pernah mengetahui dan belum mengalami.
Untuk itulah, kita semua berharap dan berdoa agar bisa menjalani hari
ini dengan banyak hal yang bisa membawa kita kepada hal-hal baik,
bermanfaat, dan dipenuhi oleh kebahagiaan dan keceriaan.
Lalu bagaimanakah sikap kita dalam menjalani hidup ini?
saya mempunyai beberapa tips buat teman-teman sekalian agar bisa
menjalani kegiatan keseharian dengan semaksimal mungkin. Beberapa tips
tersebut telah terbukti ampuh untuk saya sehingga mengoptimalkan waktu
yang tuhan berikan kepada saya setiap hari.
Ini dia tipsnya:
Yang pertama:
“sebelum tidur pada malam hari, evaluasilah diri anda terlebih dahulu
untuk hari yang kemarin. Renungkan, ambil hikmahnya, dan cari solusi
untuk memperbaikinya di hari berikut”
Hal ini sangat penting, karena dengan evaluasi diri kita bisa
mempelajari apa yang telah kita lakukan pada hari kemarin. Lihatlah dari
sisi positif dan negatifnya, dari sisi baik ataupun buruk, dari sisi
kemanfaatan dan kesia-siaan. Dengan evaluasi diri inilah bisa menjadi
kekuatan dasar bagi diri kita untuk terus menerapkan ilmu “memperbaiki
diri untuk hari esok”.
Yang kedua,
“mulailah membuat daftar kegiatan pada malam hari sebelum anda tidur, yang akan anda lakukan esok harinya”.
Daftar kegiatan yang anda buat akan menjadi panduan. Hal ini
dilakukan agar anda bisa mengkawal waktu anda dengan baik dan
menghindari membuang waktu secara cuma-cuma tanpa harus bingung ‘mau
ngapain yaa hari ini?’.
Saran saya, buatlah daftar kegiatan dengan porsi-posri yang tepat. Kalau saya membaginya menjadi 3 hal.
Porsi pertama berisi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan
pengembangan diri (bisa dengan membaca buku pengembangan diri, belajar
keahlian-keahlian tambahan, belajar sabar dan menjaga lisan, belajar
agama, dsb).
Porsi kedua adalah berisi kegiatan-kegiatan yang bersifat rutinitas
penting (bekerja, berolahraga, membantu orang tua, menulis blog, dsb).
Porsi ketiga adalah berisi kegiatan-kegiatan yang harus kita lakukan
untuk bisa meraih segala hal yang kita cita-citakan dan impian didalam
hidup. Hal ini sangat penting, contohnya saja: apabila kita mempunyai
impian untuk menuliskan dan menerbitkan buku best seller, maka harus
ada kegiatan yang membuat kita harus menulis dengan target-target
tertentu.
Lalu yang ketiga adalah,
“bersyukurlah dan nikmati hari ini dengan sebaik-baiknya. Berfikir
dan bersikaplah sebaik-baiknya dalam menjalani hidup ini. Jadikan hari
ini adalah hari yang paling terbaik yang pernah teman-teman miliki. Lalu
berbuat baiklah dan memberi manfaat untuk diri anda, dan orang-orang
disekeliling teman-teman”.
Ketika kita merasakan bahwa hari ini adalah hari yang paling terbaik,
tidak ada alasan lagi untuk bersikap sedih dan malas. Ceriakan hidup
teman-teman, berbuatlah sesuatu yang menyenangkan teman-teman. Kerjakan
hal-hal positif yang akan membantu mengembangkan potensi diri dan
semangat teman-teman semuanya.
Jadi, itulah tips yang saya miliki. Berfikir dan bersikap positiflah
dalam segala hal untuk hari ini dan esok harinya. Hidup itu
membahagiakan, hanya saja persepsi kita yang akan menentukan seberapa
bahagiakah kita sendiri.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
Rabu, 06 Mei 2015
FOKUS USAHA LEBIH DAN DOA
Percayakah anda dengan impian? kalau saya jelas sangat percaya. Impian itu motivator penggerak kehidupan kita semua. Kalau kita tidak mempunyai impian hidup, rasanya kehidupan ini pasti hanya akan dijalani dengan pasrah mengikut alur dan tidak memiliki tujuan yang ingin diraih.
Memang pada kenyataannya, meraih impian yang kita inginkan bukan perkara yang mudah. Tidak semerta-merta begitu saja dapat diraih. Atau mungkin, tidak memerlukan usaha lebih dalam mencapainya.
Impian menurut saya adalah nyawa dari kehidupan. Tanpa Impian, hidup ini akan hambar. Tidak ada motivasi, dan tidak ada penggerak semangat mencapai sebuah tujuan.
Ketika kita sudah yakini apa saja yang menjadi impian tersebut. Letakkanlah hal tersebut 5 cm di depan kening kita. Menempatkan ini bermaksud, kita harus fokus dengan impian tersebut, yakinkan diri kita bahwa kita mampu meraihnya, percayakan semua impian itu akan berhasil kita dapatkan.
Setelah itu, impian bisa diraih dengan usaha yang lebih dan lebih lagi. Kita harus menggerakkan semua daya upaya yang kita miliki untuk meraihnya. Ketika usaha dan doa telah berjalan seiringan. Biar Tuhan yang menentukan kapan tepatnya kita bisa menggenggam impian tersebut.
Ingat, anda perlu fokus, usaha lebih dan lebih lagi, dan berdoa secara tulus untuk bisa kita meraih impian tersebut.
Tidak ada sesuatu hal apapun didunia ini yang tidak mungkin, semuanya mungkin saja bisa kita dapatkan. Tidak perlu ada kekhawatiran bahwa kita tidak layak, atau tidak mungkin meraih apa yang kita inginkan.
boleh tahu, apa impianmu?
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
MALAS UNTUK KEBAIKAN
” Saya pemalas ulung. Saya malas bergaul yang tidak berguna,
malas menonton acara TV yang hanya memperkaya yang di dalam layar TV,
tapi merusak moral dan tidak menjadikan saya lebih tahu dan lebih mau.
Malas mendengar orang berbicara palsu untuk keuntungannya sendiri. Saya
malas menjadi pemimpi yang tanpa tindakan. Saya tidak rajin untuk yang
tidak baik”. #mario teguh
Kalau mendengar kata malas, selalu saja konotosinya menjadi negatif. Malas memang menjadi momok yang paling menakutkan buat saya. Bagaimana tidak, ketika rasa malas menyerang saya, sepertinya segala hal betul-betul tidak mempunyai semangat dan gairah sedikitpun untuk mengerjakan sesuatu hal tersebut.
Terkadang, kita rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya duduk diam, melamun, dan tidak ingin mengerjakan apapun. Bukankah begitu? apakah teman-teman merasakan hal yang sama seperti saya?
Penyakit kemalasan ini merupakan penyakit berbahaya bagi kita semua. Malasa membuat kita kehilangan semangat, waktu terbuang percuma, banyak keburukan dibanding kebaikannya, dan produktifitas pun menurun.
Bapak Mario Teguh seorang motivator terkenal di Indonesia mengatakan, boleh saja kita menjadi seorang pemalas yang ulung. Asal konotasi malas di pelintir menjadi malas dalam arti positif.
Malas bukan berarti keburukan kok. Ternyata malas juga bisa menjadi tembok penghalang bagi kita untuk terlindung dari rasa malas negatif.
Seperti halnya malas untuk berbuat yang tidak baik, malas untuk menghabiskan waktu sia-sia, malas untuk kumpul dengan orang-orang yang tidak berguna, dsb.
Lalu pertanyaannya adalah, apakah kita sudah bisa mengubah malas dalam versi negatif kepada malas yang berkonotasi positif?
mungkin memerlukan waktu untuk mengubahnya, keyakinan dan niat yang baik menjadi kunci untuk mengubah menjadi kemalasan yang memberi kebaikan.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
Kalau mendengar kata malas, selalu saja konotosinya menjadi negatif. Malas memang menjadi momok yang paling menakutkan buat saya. Bagaimana tidak, ketika rasa malas menyerang saya, sepertinya segala hal betul-betul tidak mempunyai semangat dan gairah sedikitpun untuk mengerjakan sesuatu hal tersebut.
Terkadang, kita rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya duduk diam, melamun, dan tidak ingin mengerjakan apapun. Bukankah begitu? apakah teman-teman merasakan hal yang sama seperti saya?
Penyakit kemalasan ini merupakan penyakit berbahaya bagi kita semua. Malasa membuat kita kehilangan semangat, waktu terbuang percuma, banyak keburukan dibanding kebaikannya, dan produktifitas pun menurun.
Bapak Mario Teguh seorang motivator terkenal di Indonesia mengatakan, boleh saja kita menjadi seorang pemalas yang ulung. Asal konotasi malas di pelintir menjadi malas dalam arti positif.
Malas bukan berarti keburukan kok. Ternyata malas juga bisa menjadi tembok penghalang bagi kita untuk terlindung dari rasa malas negatif.
Seperti halnya malas untuk berbuat yang tidak baik, malas untuk menghabiskan waktu sia-sia, malas untuk kumpul dengan orang-orang yang tidak berguna, dsb.
Lalu pertanyaannya adalah, apakah kita sudah bisa mengubah malas dalam versi negatif kepada malas yang berkonotasi positif?
mungkin memerlukan waktu untuk mengubahnya, keyakinan dan niat yang baik menjadi kunci untuk mengubah menjadi kemalasan yang memberi kebaikan.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
JUST PERFROM
JUST PERFROM
Penyesalan terbesar bukan karena kegagalan atau kesalahan namun bila kamu tidak pernah melakukan apapun.”
Mungkin kita selalu di hinggapi oleh perasaan takut dan keraguan dalam melakukan sesuatu hal yang kita inginkan. Takut gagal dan takut membuat kesalahan begitu mendominasi dalam hidup kita.
Apakah teman-teman pernah merasakan hal seperti itu? ataukah teman-teman belum bisa lepas dari perasaan takut gagal dan takut salah?
Saya berpendapat, ini adalah salah satu hal yang menghambat kita untuk berkembang menjadi pribadi yang besar, pribadi yang sukses dalam segala hal. Sadarilah, bahwa ketakutan-ketakutan itu hanyalah buah pemikiran yang sudah seharusnya kita buang jauh-jauh.
Seharusnya, kita justru harus lebih takut kalau tidak melakukan apapun. bukankah begitu?
Kalau kita tidak melakukan apapun, kita tidak akan pernah menghasilkan sesuatu hal apapun dalam hidup ini. Kecenderungan takut gagal ini menjadi penghambat terbesar menuju kesuksesan.
Misalnya saja, kita takut untuk diberikan posisi dan tanggung jawab baru yang lebih besar, takut gagal memulai usaha yang baru saja dirintis, takut membuat kesalahan dalam menyelesaikan suatu permasalahan, atau takut menghadapi berbagai persoalan hidup yang ‘katanya’ justru akan membawa implikasi kegagalan dan kesalahan yang lebih kompleks lagi.
Sudah saatnya kita rubah pemikiran tersebut,
Tidak perlu khawatir kalau mengalami kegagalan. Karena pada dasarnya, kegagalan itulah yang membawa kita dalam proses menuju perbaikan dan kesempurnaan.
Tidak perlu khawatir kalau membuat kesalahan. Karena dari kesalahan itulah kita belajar banyak hal dan bisa membuat kita memahami arti kesalahan menuju sesuatu hal yang benar.
Kegagalan dan kesalahan bukan momok yang menakutkan, justru dari hal itulah kita hidup. Kita bisa mengerti, memahami, mempelajari, dan bisa menjadikannya sebagai sebuah pengalaman berharga, yang membuat kita bisa semakin ‘hidup’.
Mulai dari sekarang, lakukan saja apa yang harus anda lakukan. Tidak perlu takut gagal, apalagi takut membuat kesalahan. Pada dasarnya manusia itu memiliki kecenderungan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Mulai sekarang, just perform!
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
Penyesalan terbesar bukan karena kegagalan atau kesalahan namun bila kamu tidak pernah melakukan apapun.”
Mungkin kita selalu di hinggapi oleh perasaan takut dan keraguan dalam melakukan sesuatu hal yang kita inginkan. Takut gagal dan takut membuat kesalahan begitu mendominasi dalam hidup kita.
Apakah teman-teman pernah merasakan hal seperti itu? ataukah teman-teman belum bisa lepas dari perasaan takut gagal dan takut salah?
Saya berpendapat, ini adalah salah satu hal yang menghambat kita untuk berkembang menjadi pribadi yang besar, pribadi yang sukses dalam segala hal. Sadarilah, bahwa ketakutan-ketakutan itu hanyalah buah pemikiran yang sudah seharusnya kita buang jauh-jauh.
Seharusnya, kita justru harus lebih takut kalau tidak melakukan apapun. bukankah begitu?
Kalau kita tidak melakukan apapun, kita tidak akan pernah menghasilkan sesuatu hal apapun dalam hidup ini. Kecenderungan takut gagal ini menjadi penghambat terbesar menuju kesuksesan.
Misalnya saja, kita takut untuk diberikan posisi dan tanggung jawab baru yang lebih besar, takut gagal memulai usaha yang baru saja dirintis, takut membuat kesalahan dalam menyelesaikan suatu permasalahan, atau takut menghadapi berbagai persoalan hidup yang ‘katanya’ justru akan membawa implikasi kegagalan dan kesalahan yang lebih kompleks lagi.
Sudah saatnya kita rubah pemikiran tersebut,
Tidak perlu khawatir kalau mengalami kegagalan. Karena pada dasarnya, kegagalan itulah yang membawa kita dalam proses menuju perbaikan dan kesempurnaan.
Tidak perlu khawatir kalau membuat kesalahan. Karena dari kesalahan itulah kita belajar banyak hal dan bisa membuat kita memahami arti kesalahan menuju sesuatu hal yang benar.
Kegagalan dan kesalahan bukan momok yang menakutkan, justru dari hal itulah kita hidup. Kita bisa mengerti, memahami, mempelajari, dan bisa menjadikannya sebagai sebuah pengalaman berharga, yang membuat kita bisa semakin ‘hidup’.
Mulai dari sekarang, lakukan saja apa yang harus anda lakukan. Tidak perlu takut gagal, apalagi takut membuat kesalahan. Pada dasarnya manusia itu memiliki kecenderungan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Mulai sekarang, just perform!
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
Kamis, 23 April 2015
Tak Pernah Menyerah
Suatu hari, seorang remaja putri berkendara dengan ayahnya. Di
tengah perjalanan, mendadak turun hujan yang sangat lebat. Remaja putri
itu bertanya pada si ayah. “Bagaimana ini, Ayah?”
Sang ayah menjawab, “Jalan saja terus.” Mobil-mobil yang lain mulai bergerak ke bahu jalan karena hujan turun semakin deras. “Aah, bagaimana ini? Apa kita perlu minggir juga?” tanya si remaja putri itu sekali lagi. “Tetap saja menyetir,” jawab sang ayah dengan tenang.
Dalam jarak beberapa meter berikutnya, dia memperhatikan sudah ada delapan belas pengendara yang juga meminggirkan kendaraannya. Dia pun berkata lagi pada sang ayah, “Yah, aku harus berhenti, pandanganku sudah tidak jelas. Cuacanya benar-benar buruk. Semua orang juga sudah berhenti di bahu jalan!”
Meski begitu, sang ayah tetap bersikukuh dengan jawabannya, “Jangan menyerah, jalan saja terus!” Mereka pun tetap berkendara meski kecepatannya rendah di tengah guyuran hujan deras, namun sesaat kemudian si remaja putri bisa melihat sedikit lebih jelas.
Setelah beberapa kilometer, mereka sudah berada di daerah yang kering lagi. Sinar matahari bersinar terang. Sang ayah berkata, “Sekarang, kita bisa berhenti dan keluar mobil sebentar.” Putrinya menjawab, “Tapi, kenapa sekarang?” Jawab sang ayah, “Saat kamu keluar nanti, lihatlah ke belakang, ke arah orang-orang yang tadi menyerah dan akhirnya malah masih terjebak dalam hujan yang lebat. Karena kamu tidak pernah menyerah, kamu bisa keluar dari hujan tadi.”
Seperti dalam kisah pengalaman remaja putri dan ayahnya di atas, kita bisa belajar untuk tidak cepat menyerah meski orang lain, yang paling kuat sekalipun, bersikap menyerah. Jika kita tetap melangkah dengan kepala tegak menghadapi badai sehebat apa pun dalam hidup ini, cepat atau lambat badai itu akan berakhir dan matahari akan menyinari wajah kita lagi.
http://www.andriewongso.com/articles/details/13542/Tak-Pernah-Menyerah
Sang ayah menjawab, “Jalan saja terus.” Mobil-mobil yang lain mulai bergerak ke bahu jalan karena hujan turun semakin deras. “Aah, bagaimana ini? Apa kita perlu minggir juga?” tanya si remaja putri itu sekali lagi. “Tetap saja menyetir,” jawab sang ayah dengan tenang.
Dalam jarak beberapa meter berikutnya, dia memperhatikan sudah ada delapan belas pengendara yang juga meminggirkan kendaraannya. Dia pun berkata lagi pada sang ayah, “Yah, aku harus berhenti, pandanganku sudah tidak jelas. Cuacanya benar-benar buruk. Semua orang juga sudah berhenti di bahu jalan!”
Meski begitu, sang ayah tetap bersikukuh dengan jawabannya, “Jangan menyerah, jalan saja terus!” Mereka pun tetap berkendara meski kecepatannya rendah di tengah guyuran hujan deras, namun sesaat kemudian si remaja putri bisa melihat sedikit lebih jelas.
Setelah beberapa kilometer, mereka sudah berada di daerah yang kering lagi. Sinar matahari bersinar terang. Sang ayah berkata, “Sekarang, kita bisa berhenti dan keluar mobil sebentar.” Putrinya menjawab, “Tapi, kenapa sekarang?” Jawab sang ayah, “Saat kamu keluar nanti, lihatlah ke belakang, ke arah orang-orang yang tadi menyerah dan akhirnya malah masih terjebak dalam hujan yang lebat. Karena kamu tidak pernah menyerah, kamu bisa keluar dari hujan tadi.”
Seperti dalam kisah pengalaman remaja putri dan ayahnya di atas, kita bisa belajar untuk tidak cepat menyerah meski orang lain, yang paling kuat sekalipun, bersikap menyerah. Jika kita tetap melangkah dengan kepala tegak menghadapi badai sehebat apa pun dalam hidup ini, cepat atau lambat badai itu akan berakhir dan matahari akan menyinari wajah kita lagi.
http://www.andriewongso.com/articles/details/13542/Tak-Pernah-Menyerah
Kamis, 09 April 2015
Pengorbanan seseorang yg ingin tercipta nya kedamaian
Pengorbanan
seseorang yg ingin tercipta nya kedamaian
Awal mula dari peperang yg menjadi jadi, muncul lah
seseorang yg rela mengorbankan kesedihan nya sendiri demi terciptanya
kedamaian.
Di dunia sinobi terjadi peperangan yg ta henti henti.
Peperangan terus menerus terjadi antar Negara.
Di sebuah Negara yg
bernama konoha terdapat beberapa klan.
Klan - klan di Negara tersebut ada banyak, tapi yg paling
kuat dia antara klan tersebut ada dua yaitu klan uchi dan klan midori. Kedua
klan tersebut sangat di segani di Negara konoha karena kekuatan nya yg sangat
kuat dan hebat. Tapi sayag nya klan uchiha sangat ingin berambisi merebut semua
kekuasaan dari Negara tersebut karna ingin menaklukan dunia.
Disinilah datang seseorang bernama raiken, seseorang yg
pintar dan berbakat dalam beladiri dan jurus jurus nya karna kepintaran nya.
Dia dari klan uciha, tetapi dia tidak ingin mengikuti
tentang ambisi dan tujuan ketua klan nya sediri yg ingin menguasai segalanya.
Lalu dia menjadi mata-mata klan uchia, di karenakan dia
mahir dan pintar dalam jurus jurus. Raiken pun menerima tugas nya karna dia tidak ingin
mengecewakan klan nya sendiri. Dia pun masuk menjadi seorang anbu tim khusus
Negara konoha. Namun di balik itu semua raiken punya rencana nya sediri dia
tidak ingin tujuan klan nya sendiri menjadi kenyataan. Dia pun menceritakan nya
semua kepada peminpin Negara konoha. Karna raiken ingin tercipta nya sebuah
kedamaian.
Kemudian setelah itu pemimpin dari Negara konoha, menugaskan
raiken utuk sebuah misi rahasiah.
Misi itu, dia harus membinasakan klan uchia semuanya supaya
tidak terjadi saling membunuh antar klan klan dari Negara konoha. Dia mengeluh
karna tugas ini sangat berat karna kluarga nya sendiri adalah klan uchia.
Demi tercapai nya sebuah kedamain,raiken pun menerima tugas
misi rahasiah ini. Dia rela menanggung semua beban kesedihan nya sendirian.
Suatu malam dia pun menjalankan tugas nya membinasakan semua
klan nya sendiri termasuk keluarga nya sendiri. Semuanya di bunuh tapi dia
tidak bisa membunuh adik nya sendiri. Dia pun tidak membunuh adik nya sendiri.
Sang adik melihat semua pembantaian, yg sangat ironis nya
lagi dia pun melihat kedua orang tua nya dibunuh oleh kakanya sendiri. Dia pun
dendam kepada kaka nya yg telah membinasakan semua klan nya sendiri. Tapi di
balik itu semua raiken pun sangat sedih menjalani tugas nya ini, terutama saat
membantai kedua orang tua nya, dia sambil meneteskan airmata membunuh kedua
orang tua nya, di karnakan untuk tercapai nya suatu kedamaian.
Misi pun sukses di jalani. Lalu dia pun pergi meninggalkan
Negara nya sendiri,karna dia malu atas misi rahasiah tersebut. Dia pun pergi
dengan kesedihan yg di pikul nya sendiri, demi tercapainya kedamaian.
Disusun oleh : iman.suryaman
Selasa, 10 Maret 2015
Tugas 1 softskill pendidikan kewarganegaraan
BAB I : PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
A. Latar Belakang Pendidikan KewarganegaraanPerjalanan panjang sejarah bangsa Indonesia yang dimulai
sejak era sebelum dan selama penjajahan, kemudian dilanjutkan
dengan era perebutan dan mempertahankan kemerdekaan sampai
hingga era pengisian kemerdekaan menimbulkan kondisi dan
tuntutan yang berbeda sesuai dengan jamannya.Semangat perjuangan bangsa yang telah ditunjukkan padakemerdekaan 17 Agustus 1945 tersebut dilandasi oleh keimanan serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keikhlasan untuk berkorban. Landasan perjuangan tersebut merupakan nilai–nilai perjuangan Bangsa Indonesia. Semangat inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Republik Indonesia. Selain itu nilai–nilai perjuangan bangsa masih relevan dalam memecahkan setiap permasalahan dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta terbukti keandalannya. Tetapi nilai–nilai perjuangan itu kini telah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semangat perjuangan bangsa telah mengalami penurunan pada titik yang kritis. Hal ini disebabkan antara lain oleh pengaruh globalisasi.
Globalisasi ditandai oleh kuatnya pengaruh lembaga – lembaga kemasyarakatan internasional, negara–negara maju yang ikut mengatur percaturan politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan global. Disamping itu, isu global yang meliputi demokratisasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup turut pula mempengaruhi keadaan nasional. Globalisasi juga ditandai oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dibidang informasi, komunikasi, dan transportasi. Hingga membuat dunia menjadi transparan seolah–olah menjadi sebuah kampung tanpa mengenal
batas negara.
B. Kompetensi Yang Diharapkan
Masyarakat dan pemerintah suatu negara berupaya untuk menjamin kelangsungan hidup serta kehidupan generasi penerusnya secara berguna (berkaitan dengan kemampuan spiritual) dan bermakna (berkaitan dengan kemampuan kognotif dan psikomotorik). Generasi penerus melalui pendidikan kewarganegaraan diharapkan akan mampu mengantisipasi hari depan yang senantiasa berubah dan selalu terkait dengan konteks dinamika budaya, bangsa, negara, dan hubungan internasional serta memiliki wawasan kesadaran bernegara untuk bela negara.
dan memiliki pola pikir, pola sikap dan perilaku sebagai pola tindak yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila. Semua itu diperlakukan demi tetap utuh dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan bersendikan kebudayaan bangsa, wawasan nusantara, serta ketahanan nasional dalam diri para mahasiswa calon sarjana/ilmuwan warga negara Republik Indonesia yang sedang mengkaji dan akan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni.Setiap warga negara Republik Indonesia harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang merupakan misi atau tanggung jawab Pendidikan Kewarganegaraan untuk menumbuhkan wawasan warga negara dalam hal persahabatan, pengertian antar bangsa, perdamaian dunia, kesadaran bela negara, dan sikap serta perilaku yang bersendikan nilai–nilai budaya bangsa . Hak dan kewajiban warga negara, terutama kesadaran bela negara akan terwujud dalam sikap dan perilakunya bila ia dapat
merasakan bahwa konsepsi demokrasi dan hak asasi manusia sungguh – sungguh merupakan sesuatu yang paling sesuai dengan kehidupannya sehari–hari.
Rakyat Indonesia, melalui MPR menyatakan bahwa : Pendidikan Nasional yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia diarahkan untuk “meningkatkan kecerdasan serta harkat dan martabat bangsa, mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas mandiri, sehingga mampu membangun dirinya dan masyarakat sekelilingnya serta dapat memenuhi kebutuhan
pembangunan nasional dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa “.
Undang–Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum dan isi pendidikan yang memuat Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, dan Pendidikan Kewarganegaraan terus ditingkatkan dan dikembangkan di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan. Kompetensi lulusan Pendidikan Kewarganegaraan adalah seperangkat tindakan cerdas penuh tanggung jawab dari seorang warga negara dalam berhubungan dengan negara, dan memecahkan berbagai masalah hidup \ bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan menerapkan konsepsi falsafah bangsa,
wawasan nusantara dan ketahanan nasional.
Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari peserta didik. Sikap ini disertai dengan perilaku yang :
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghayati nilai–nilai falsafah bangsa
2. Berbudi pekerti luhur, berdisiplin dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Rasional, dinamis, dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
4. Bersifat profesional yang dijiwai oleh kesadaran bela negara.
5. Aktif memanfaatkan ilmu pengetahuan teknologi dan seni untuk kepentingan kemanusiaan, bangsa dan negara. Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, warga negara Republik Indonesia diharapkan mampu “memahami, menganalisa, dan menjawab masalah–masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa dan negaranya secara konsisten dan berkesinambungan dengan cita–cita dan tujuan nasional seperti yang digariskan dalam Pembukaan UUD 1945 “. Dalam perjuangan non fisik, harus tetap memegang teguh
nilai–nilai ini disemua aspek kehidupan, khususnya untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, kolusi, dan nepotisme; menguasai IPTEK, meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki daya saing; memelihara serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; dan berpikir obyektif rasional serta mandiri.
C. Pengertian Dan Pemahaman Tentang Bangsa Dan Negara Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, Bangsa adalah orang–orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarah serta berpemerintahan sendiri. Atau bisa diartikan sebagai kumpulan manusia yang 6 biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu
dimuka bumi.
Langganan:
Postingan (Atom)