Karena akan menerima tamu dari Thailand, maka Kyai itu merasa harus
menyuguhkan Jawa. Segala yang nampak pada Pondok Pesantren yang
dipimpinnya, sebenarnya relatif sudah mengekspresikan tradisional Jawa.
Potret desa, model-model bangunan dan irama kehidupannya. Sang Tamu
besok mungkin akan mendengarkan para santri berbincang dalam bahasa Arab
atau Inggris. Tapi itu bukan masalahnya. Yang penting Kyai kita ini
tidak akan mungkin menyediakan Coca Cola ke depan hidung tamunya dari
tanah Thai itu.
Demikianlah akhirnya sekalian Santriyah yang tergabung dalam Qismul
Mathbah (Departemen Dapur) bertugas memasak berbagai variasi menu Jawa.
Dari sarapan grontol, makan siang nasi brongkos, malam gudeg, besoknya
pecel, lalu sayur asem dengan snack lemet dan limpung.
Sang Kyai sendiri “cancut tali wondo” mempersiapkan suguhan siang
hari yang diperkirakan bakal terik. Ia dengan vespa kunonya melaju,
membawa semacam tempat sayur yang besar. Empat kilometer ditempuh, dan
sampailah ia ke warung kecil di tepi jalan. Seorang Bapak tua penjual
cendol. Sang Kyai sudah memperhitungkan waktunya untuk sampai pada bapak
cendol ini pada dinihari saat jualannya. Yakni ketika stock masih
melimpah.
Terjadilah dialog dalam bahasa Jawa krama-madya.
Masih banyak, pak ?
Masih Den, Wong baru saja bukak beberan
Alhamdulillah, ini akan saya beli semua. Berapa ?
Pak Cendol kaget, Lho, Jangan Den ! Jawabnya spontan
Sang Kyai pun tak kalah kagetnya : Kok Jangan ?
Lho, Kalau dibeli semua, bagaimana saya bisa berjualan ?
Sang Kyai terbelalak. Hatinya mulai knocked-down, tapi belum disadarinya.
Lho, kan saya beli semuanya, jadi bapak nggak perlu repot-repot berjualan lagi disini hari ini.
Pak Cendol tertawa dan sang Kyai makin terperangah.
Orang jualan kan untuk dibeli. Kalau sudah laku semua kanmalah beres ?
Pak Cendol makin terkekeh.
Panjenengan ini bagaimana tho den ! Kalau dagangan saya ini dibeli
semua, nanti kalau orang lainnya mau beli bagaimana ! Mereka kan tidak
kebagian !
Knock-Outlah Sang Kyai
Ia terpana. Pikirannya terguncang. Kemudian sambil tergeregap ia berkata
: Maafkan, maafkan saya pak. Baiklah sekarang bapak kasih berapa saja
yang bapak mau jual kepada saya.
Seperti seorang aktor di panggung yang disoraki penonton, ia kemudian mendapatkan vespanya dan ngeloyor pulang.
Sesampainya di Pondok ia langsung memberikan cendol ke dapur dan memberi
beberapa penugasan kepada santriyah, kemudian ia menuju kamar, bersujud
syukur dan mengucapkan istighfar, lantas melemparkan tubuhnya di
ranjang.
Alangkah dini pengalaman batinku gumannya dalam hati. Sembahyang dan
latihan hidupku masih amat kurang. Aku sungguh belum apa-apa di depan
orang luar biasa itu. Ia tidak silau oleh rejeki nomplok. Ia tidak
ditaklukan oleh sifat kemudahan-kemudahan memperoleh uang. Ia terhindar
dari sifat rakus. Ia tetap punya dharma kepada sesama manusia sebagai
penjual kepada pembeli-pembelinya.
Ia bukan hanya seorang pedagang. Ia seorang manusia !
https://yandhie.wordpress.com/
Kamis, 07 Mei 2015
Cerita Mahasiswa Tingkat Akhir
Tahun ini saya menjadi mahasiswa tingkat akhir.
Berdasarkan pengalaman dari yang sudah lulus, kita harus menikmati akhir-akhir
masa perkuliahan dengan berkumpul bersama teman-teman terdekat sebelum kita
sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing. Itu yang membuat saya senang pulang
malam dari kampus hanya untuk “ketawa-ketawa” bersama pikapiku (sebutan untuk
kita berlima, yang terbentuk karena ke ITC dan jajan es yang namanya pikapiku).
Kita kumpul lebih banyak membicarakan mengenai kehidupan di luar kampus, jarang
banget kita membicarakan masalah tugas kalo lagi kumpul (bahkan ga boleh ada
yang bahas tugas kalo lagi kumpul), lebih seringnya kita membahas
kejadian-kejadian apa yang kita alami di kehidupan kita masing-masing untuk
saling berbagi dan mengambil pelajaran dari masing-masing kisah hidup kita
(mulai dari bete2an sama temen, kesel sama orang rumah, kesel sama orang yg
kita temuin di angkutan umum, unek-unek sama kehidupan organisasi, lagi suka
sama seseorang, bete karena digantungin sama gebetan, galau-galauin mantan,
sampe niat mau taarufan juga kita omongin kalo udah kumpul :D). mungkin bagi
sebagian mahasiswa yang lain kita ini orang gila, padahal kuliahnya cuma dari
jam 3 sore sampe jam 5 sore, tapi nongkrongnya sampe jam 7 malem bahkan pernah
sampai jam stengah 9 kita baru pulang ke rumah masing-masing. Tapi bagi kita
itu adalah moment yang sayang banget kalo ga dinikmati (rugi kali ah kuliah
cuma mau dengerin dosen, baca buku sendiri juga bisa).
Bagi saya, dunia
perkulihan itu yang terpenting adalah seberapa banyak orang yang kita kenal dan
seberapa banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan orang-orang yang
kita kenal. Nah yang kedua baru deh kita ambil pelajaran apa yang dosen
omongin. Saya mencoba berpikir realistis aja, zaman sekarang itu ijazah atau
gelar yang membuntuti nama kita seakan-akan hanya jadi pendukung untuk mendapat
pekerjaan yang bisa mensejahterakan hidup kita. Tapi semua itu akan lebih
sia-sia lagi ketika kita tidak memiliki jaringan pertemanan yang luas. Sesukses
apapun kita, sebanyak apapupun rezeki yang Tuhan berikan untuk kita, tidak
nikmat rasanya jika kita tidak bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain,
khususnya teman-teman terdekat kita.
Itulah sebabnya saya senang berkenalan dengan
orang-orang baru dalam hidup saya, because
we don’t meet people by accident. They are meant to cross our path for a
reason. begitupun bertemunya saya dengan kalian berempat yang
membuat hari-hari saya lebih berwarna. (walaupun gue sering bercanda,
tapi tulisan gue kali ini gak lagi bercanda kok. gue serius nih haha)
http://lailatuludhiyah.blogspot.com/2015/01/cerita-mahasiswa-tingkat-akhir_11.html
Kisah kasih seorang ibu
Cernalah kata demi kata, jangan tergesa-gesa
untuk membacanya..
IBU terdiri dari 3 kata yang mempunyai banyak
arti dan makna. Aku terlahir dari
seorang wanita mulia bernama Ibu. Seorang wanita yang kukenal sebagai sosok
yang kuat, sabar, dan tabah. Wanita yang kuanggap sebagai penyejuk kehidupanku.
IBU adalah
pahlawan, sahabat, kekasih, pelindung, penasehat, dan segala2nya bagi aku. Itu
mungkin masih kurang cukup ungkapan yg pantas aku berikan untuk ibu ku
tercinta. Tanpa beliau aku bukanlah siapa-siapa, aku tak mungkin bisa berdiri
tegak dan mampu menghadapi berbagai pencobaan hidup yg terkadang itu teramat
sangat luar biasa berat. Tapi ada di sisinya aku merasa kalo aku mampu
menghadapinya.
Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya
dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu
bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada
perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin
dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap
hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa.
Beruntunglah kita yang masih mempunyai ibunda
yang sangat sayang sama kita,yang sangat peduli terhadap kita dan tidak ada
yang bisa menggantikan posisi ibu. Mungkin kebanyakan orang belum pernah
merasakan yang namanya mempunyai orang tua tunggal seperti saya. Setelah saya
ditinggal oleh alm bapak saya, saya merasakan yang namanya perjuangan seorang
ibu untuk anaknya. Ibuku mempunyai 3 anak yang hebat-hebat, setelah kami di
tinggal oleh seorang ayah yang selalu memberikan nafkah untuk kami, kami baru
merasakan yang namanya ayah sangat di perluka,karena tanpa ayah aku dan
kakak-kakakutidak akan bisa seperti ini.
Setelah kepergian ayahku, ibuku lah yang
menjadi kepala rumah tangga sekaligus menjadi ibu rumah tangga, betapa hebatnya
ibuku bisa menjalankan tugas keduanya, walaupun disaat-saat tertentu ibuku
selalu terlihat lelah,yah tidak gampang untuk menjadi seorang ibu sekaligus
bapak. Yang aku salut dari ibuku, ibuku tidak pernah mengeluh akan lelahnya
fisik yang ia alami, dia selalu terlihat bersemangat di depan anak-anaknya,
namun aku dan kakak-kakaku bisa merasakan apa yang ibu rasakan.
Hari demi hari anak mu semakin tumbuh besar
dan dewasa, makin sibuk dengan kesibukkannya masing-masing, waktu dulu aku dan
kakak-kakaku selalu ada di sampingnya, namun sekarang anak-anakmu berpisah
dengan ibu, anak-anakmu sedang menata masa depannya yang lebih baik. Maaf kan
kami bertiga ibu, apabila kami jarang mempunyai waktu bersama dengan ibu, tapi
kami tidak akan pernah atau sedikitpun rasa sayang kami terhadap ibu luntur.
Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali
menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita
mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis
dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali
berdoa untuk Ibu kita?
Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.
TULISAN INDAH IBU
Ini adalah tulisan yang sangat indah.
Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmatilah
Jangan tergesa. Ini adalah harta karun
Jangan tergesa. Ini adalah harta karun
Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah
Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi
Bagi para ibu, kamu akan mencintainya
Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi
Bagi para ibu, kamu akan mencintainya
Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.
‘Apakah jalannya jauh?’ tanyanya.
Pemandunya menjawab: ‘Ya, dan jalannya berat.
Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini…
Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’
‘Apakah jalannya jauh?’ tanyanya.
Pemandunya menjawab: ‘Ya, dan jalannya berat.
Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini…
Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’
Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik
daripada tahun-tahun ini.
Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka
sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih.
Mata hari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru:
‘Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.’
daripada tahun-tahun ini.
Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka
sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih.
Mata hari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru:
‘Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.’
Lalu malam tiba bersama badai.
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan.
Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya.
Anak-anak itu berkata: ‘Ibu, kami tidak takut, karena ibu dekat kami.
Tak ada yang dapat menyakiti kami.’
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan.
Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya.
Anak-anak itu berkata: ‘Ibu, kami tidak takut, karena ibu dekat kami.
Tak ada yang dapat menyakiti kami.’
Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka. Anak-an ak memanjat dan
menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya:
‘Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.’ Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.
Saat sampai di puncak, mereka berkata: ‘Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu.’
menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya:
‘Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.’ Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.
Saat sampai di puncak, mereka berkata: ‘Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu.’
Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata:
‘Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah belajar daya tahan
Menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini aku
memberi mereka kekuatan.’
‘Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah belajar daya tahan
Menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini aku
memberi mereka kekuatan.’
Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi.
Awan perang, kebencian dan kejahatan.
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap.
Ibunya berkata: ‘Lihat ke atas. Arahkan matamu kepada sinar.’
Anak-anak menengadah dan melihat di atas awan-awan ada kemuliaan abadi
yang menuntun mereka melalui kegelapan.
Dan malam harinya ibu itu berkata: ‘Ini hari yang terbaik.
Karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.
Awan perang, kebencian dan kejahatan.
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap.
Ibunya berkata: ‘Lihat ke atas. Arahkan matamu kepada sinar.’
Anak-anak menengadah dan melihat di atas awan-awan ada kemuliaan abadi
yang menuntun mereka melalui kegelapan.
Dan malam harinya ibu itu berkata: ‘Ini hari yang terbaik.
Karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.
Hari berganti minggu, bulan, dan tahun.
Ibu itu menjadi tua, dia kecil dan bungkuk.
Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat dan berjalan dengan gagah berani.
Saat jalannya sulit, mereka membopongnya; karena ia seringan bulu.
Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat
Sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar.
Ibu berkata: ‘Saya sudah sampai pada akhir perjalananku.
Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik daripada awalnya.
Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan
anak-anak mereka ada di belakang mereka.’
Dan anak-anaknya menjawab: “Ibu selalu akan berjalan bersama kami…
Meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.’
Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri…
dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat.
Dan mereka berkata: “Kita tak dapat melihat ibu lagi.
Tetapi dia masih bersama kita.
Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan.
Ia senantiasa hadir dan hidup.
Ibumu selalu bersamamu?.
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.
Ibumu hidup dalam tawa candamu.
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata.
Dialah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu.
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu.
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu.
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian.
Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.
Ibumu hidup dalam tawa candamu.
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata.
Dialah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu.
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu.
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu.
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian.
Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!
Teruskan pada semua ibu dan anak-anak yang kau kenal.
Semoga kita tidak pernah mengandaikan begitu saja ibu kita?
Semoga bisa menjadi bahan renungan buat kita semua…..salam DM.
https://smpsatuwonogiri86.wordpress.com/2008/10/20/tulisan-indah-ibu/
TENTANG IBU
Mungkin anda sudah tidak asing dengan lirik lagu dibawah ini, setiap bait dan kata-kata dalam lagu ini mencerminkan bagaimana kesedihan seorang mengingat ibunya,
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas..
Ibu..
Ibu ...
Ingin kudekat dan menangis dipangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu do'a-do'a baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas..
Ibu..
Ibu...
Biarkan lagu iwan fals tersebut terus diulang,
Bait Pertama :
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh lewati rintang untuk aku anakmu.
Entah kita sadari atau tidak, namun begitulah kenyataannya. Beberapa dari kita mungkin mempunyai ibu yang bekerja disawah, bekerja memungut sampah, atau bahkan mencuci dari satu pintu kepintu. Mereka merelakan waktu mereka demi kita, demi sekolah kita, demi kuliah kita, dan demi masa depan kita. Jika kita memiliki tempat tinggal di perantauan yang layak, nyaman, dan hangat apa mungkin ibu kita merasakan hal yang sama, tubuhnya dingin tidur beralaskan dipan, dinding-dinding yang tak kuat menahan dinginnya angin malam. Jika kalian merasakan pekerjaan ibu kalian mapan pernahkah kalian perhatikan raut wajahnya yang kelelahan ketika pulang bekerja, apakah pernah terlihat ibu kalian duduk, menikmati makan malam dan bersantai, tidak.!!, mereka akan langsung masuk kamar untuk tidur karena seharian bekerja, demi siapa..??Bait Kedua :
Ibuku sayang masih terus berjalan, walau tapak kaki penuh darah penuh nanah.
Pernahkah kita menyadari ketika kita sedang tertawa bersama teman-teman satu kantor, satu tempat kuliah atau satu sekolah, ketika itu ada seorang wanita tua yang kita panggil ibu sedang mengais sampah dan selalu ditatap dengan rasa jijik oleh orang-orang saat dia bekerja.Bait Ketiga :
Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas, ibu.., ibu...
Begitulah kenyataannya, ketika anda sedang menikmati makan malam anda, atau ketika anda sedang berkendara menuju tempat kerja, kuliah atau sekolah anda maka ketika itu ada seorang ibu yang merelakan dirinya di terik mentari tanpa menikmati sesuap nasi sekalipun demi memperoleh uang untuk dapat dikirim pada anda, atau yang lebih buruk lagi untuk anda yang merasa diri anda kurang mampu, maka sadarilah saat anda berinternet ria atau hanya sekedar membuang waktu anda tanpa belajar maka sadarilah dibalik tawa anda ada nafas yang belum anda bayarkan pada Ibu anda.
Setelah Bait ketiga selesai
maka anda akan memahami makna sebenarnya dari kasih seorang Ibu, Ketika
Bait tersebut selesai maka anda hanya akan melihat gambaran penyesalan.
Anda akan menyesal ketika orang yang anda panggil "Ibu"
menjadi renta, penglihatannya mulai memudar, dan ketika anda
mengunjunginya anda hanya akan melihat hanya senyuman tersungging
diwajahnya. Atau bahkan anda tidak menyadari bahwa orang tersebut, orang
yang anda panggil "Ibu" telah lenyap dari sisi anda, berbaring dengan sejuta perasaan dibawanya dalam pembaringannya yang gelap dan dingin,...
Apakah sampai disitu..?? tidak, tak lama setelah anda menyadari tulisan diatas maka anda baru merasakan bahwa anda kehilangan sosok yang berarti bagi hidup anda. Anda kemudian merasa menyesal saat anda mengingat penolakan anda terhadap ibu anda, gubrisan anda atau malah ketika anda mengacuhkan ibu anda. Lalu anda kemudian teringat saat ibu anda tersenyum meski apa yang telah anda lakukan.
Dengar
saran saya, Jika anda masih memiliki Ibu (Orangtua) yang tidak satu
rumah dengan anda maka datangi mereka malam ini peluk mereka, cium
mereka katakan anda sangat menyayangi mereka. Kemudian Jika anda berada
dalam perantauan jangan malu untuk menelpon mereka, Jangan biarkan
sedetikpun suara mereka terlewatkan katakan anda akan pulang dan akan
membawakan kebahagiaan bagi mereka.
Rasulullah melarang kita membentak ibu kita dan bahkan melarang kita untuk berkata "Ah" pada ibu kita. Sungguh ketika Rasulullah ditanya maka Beliau akan menyebut ibu tiga kali sebagai orang yang paling Dia cintai baru kemudian ayah.
Rasulullah melarang kita membentak ibu kita dan bahkan melarang kita untuk berkata "Ah" pada ibu kita. Sungguh ketika Rasulullah ditanya maka Beliau akan menyebut ibu tiga kali sebagai orang yang paling Dia cintai baru kemudian ayah.
Sungguh seorang ibu tidak akan
pernah malu melahirkan anda kedunia ini, walau apapun tindakan yang anda
lakukan. Namun dia hanya akan merasa bersalah karena tidak menjadi ibu
yang baik bagi anda.
Berdoalah untuknya, berdoa untuk kebaikannya, kebahagiaannya dan senyumnya,
Tuhan, jika ada kesembuhan bagi ibuku dalam setiap sakitku maka biarkanlah aku sakit, Jika ada sedikit goresan dihati ibuku maka laknatlah aku, dan jika ada sedikitpun cintaku terhadap pasanganku melebihi cinta dan sayangku pada ibuku maka kutuklah aku, Tuhan, biarkan aku membahagiakan orang tuaku maka aku akan mengikhlaskan diriku kembali padamu.
http://segalahaldisekitarkita.blogspot.com/
Rabu, 06 Mei 2015
saajtahidu fauqa mustawa al-akhar
“kalau ingin sukses dan berprestasi dalam bidang apapun, maka lakukanlah dengan prinsip saajtahidu fauqa mustawa al-akhar. bahwa aku akan berjuang dengan usaha diatas rata-rata yang dilakukan orang lain”.-novel negeri 5 menara-
berprestasi dan sukses adalah keharusan! siapapun yang lahir didunia ini diberikan kemampuan dan potensi untuk jadi pribadi yang sukses dan berhasil. yaa, semuanya punya itu. akan tetapi, apakah kita mau berusaha lebih diatas rata-rata untuk meraih semua itu?
saya sangat terkesan dengan prinsip ini, coba renungkan lebih dalam untuk merasakan kekuatan prinsip sederhana ini. ingatlah, sang juara dan orang sukses itu kan jauh lebih sedikit daripada yang tidak sukses. apa sih yang membedakan sukses dan tidak? belum tentu faktor pembeda itu otak yang lebih cemerlang, badan yang lebih besar, atau orang tua yang lebih kaya. tapi yang membedakan adalah usaha kita! selama kita berusaha keras dan bekerja keras diatas orang kebanyakan, maka otomatis kita akan menjadi juara.
maka dari itu, kalau kita ingin menjadi pribadi yang sukses dan berhasil, prinsipnya adalah mau berusaha melebihi rata-rata. jangan pernah melakukan usaha yang biasa kalau menginginkan hasil yang luar biasa. hasil yang luar biasa itu diperoleh dari akumulasi usaha diatas rata-rata yang dikombinasikan oleh kerja keras dengan sungguh-sungguh, berusaha sepenuh tenaga tanpa putus asa, bekerja dengan sepenuh hati, dan tentunya dengan doa yang terus menerus kepada tuhan.
semua hal yang kita inginkan pasti bisa terpenuhi, asal kita mau berusaha dan yakin akan semua hal yang kita usahakan. insyaallah, tuhan pasti akan membuka jalan yang terbuka lebar menuju kesuksesan.
lalu perhatikanlah apa yang terjadi.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
berprestasi dan sukses adalah keharusan! siapapun yang lahir didunia ini diberikan kemampuan dan potensi untuk jadi pribadi yang sukses dan berhasil. yaa, semuanya punya itu. akan tetapi, apakah kita mau berusaha lebih diatas rata-rata untuk meraih semua itu?
saya sangat terkesan dengan prinsip ini, coba renungkan lebih dalam untuk merasakan kekuatan prinsip sederhana ini. ingatlah, sang juara dan orang sukses itu kan jauh lebih sedikit daripada yang tidak sukses. apa sih yang membedakan sukses dan tidak? belum tentu faktor pembeda itu otak yang lebih cemerlang, badan yang lebih besar, atau orang tua yang lebih kaya. tapi yang membedakan adalah usaha kita! selama kita berusaha keras dan bekerja keras diatas orang kebanyakan, maka otomatis kita akan menjadi juara.
maka dari itu, kalau kita ingin menjadi pribadi yang sukses dan berhasil, prinsipnya adalah mau berusaha melebihi rata-rata. jangan pernah melakukan usaha yang biasa kalau menginginkan hasil yang luar biasa. hasil yang luar biasa itu diperoleh dari akumulasi usaha diatas rata-rata yang dikombinasikan oleh kerja keras dengan sungguh-sungguh, berusaha sepenuh tenaga tanpa putus asa, bekerja dengan sepenuh hati, dan tentunya dengan doa yang terus menerus kepada tuhan.
semua hal yang kita inginkan pasti bisa terpenuhi, asal kita mau berusaha dan yakin akan semua hal yang kita usahakan. insyaallah, tuhan pasti akan membuka jalan yang terbuka lebar menuju kesuksesan.
lalu perhatikanlah apa yang terjadi.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
GENGSI PENYAKIT MENTAL BERBAHAYA
“kalau hidupmu terus saja dipenuhi gengsi akan sesuatu, hidup
kamu tidak akan pernah tenang. gengsi hanya bisa membawa kamu untuk
menjadi pribadi yang ikut-ikutan, terlalu sibuk dengan hal-hal yang
seharusnya tidak perlu dipenuhi. gengsi itu penyakit mental berbahaya”
-ayah saya-
kata-kata diatas meluncur deras dari mulut ayah saya beberapa tahun lalu. ketika itu saya masih terpengaruh pola hidup anak-anak muda yang tidak seharusnya saya pedulikan. hidup saya ketika itu dipenuhi gengsi. semua serba harus mengikuti tren dan gaya hidup anak muda yang trendy.
maklum saja, ketika beranjak dewasa, eksistensi kita didalam lingkungan pertemanan adalah hal yang sangat penting. terkadang kita rela melakukan berbagai cara untuk bisa menjadi bagian dari lingkungan tersebut. yaa eksistensi membawa kita menuju kesana. tetapi terkadang, agar lebih terlihat eksis, kita berusaha sebisa mungkin mengikuti gaya hidup dari lingkungan tersebut. lagi-lagi gengsi banget kalo kita gak bisa mengikuti mereka. bukan begitu, kawan?
gengsi itu dimulai dari hal-hal seperti pakaian yang dipakai, gaya hidup yang serba wah, style anak muda, cara gaul ala anak muda ibukota, dsb.
akan tetapi setelah saya renungi dan fikirkan kembali lebih dalam. apa gunanya gengsi?
untung saja, hidup gengsi ala anak muda tidak berlanjut setelah ayah saya memberi nasehat dengan kata-kata pamungkas tersebut dan juga contoh yang baik dalam menyikapi gengsi tersebut.
ayah saya mengatakan hal itu bukan karena sebab, beliau mengatakan bahwa gengsi adalah sesuatu penyakit mental berbahaya. ketika itu saya bingung, kenapa ayah saya sampai mengatakan gengsi itu penyakit mental berbahaya?
ternyata ohh ternyata, gengsi memang sungguh berbahaya. kenapa begitu?
gengsi membuat kita jadi pribadi yang memaksakan diri untuk menjadi pribadi yang bukan diri kita sendiri.
gengsi selalu membawa kepada impilkasi negatif seperti iri dan dengki
gengsi menuntun kita menjadi pribadi yang ikut-ikutan
dan, gengsi itu perlu menghabiskan banyak uang!
silahkan hidup anda dipenuhi dengan gengsi, dipastikan hidup anda akan menjadi pribadi yang bukan diri anda sendiri dan cenderung ikut-ikutan, iri dan dengki pasti akan selalu berkecamuk di dalam diri anda (apalagi kalau sesuatu hal tidak bisa terpenuhi untuk menutupi gengsi tersebut), dan tentu saja anda akan menghabiskan banyak uang untuk memenuhi gengsi anda. tidak percaya, coba saja buktikan sendiri!
sungguh, hidup sederhana dan menjadi diri sendiri itu lebih baik daripada hidup yang selalu dipenuhi dengan gengsi. contohnya saja, ketika temen-temen yang lain sedang “in” memakai blackberry, kita harus ikut-ikutan beli blackberry. padahal menggunakan blackberry belum mempunyai nilai manfaat lebih buat diri kita sendiri. akhirnya, kita harus rela memaksakan diri membeli blackberry karena gengsi. gengsi karena kawan-kawan pake blackberry.
itu hanya sebagian contoh kecil saja,masih banyak hal lain yang terpengaruh dan termakan oleh gengsi.
lalu, masihkah anda merelakan hidup anda digerogoti oleh yang namanya gengsi?
saya rasa cukup menjadi pribadi yang sederhana dan menjadi diri sendiri (tidak ikut-ikutan) serta berusaha melihat sesuatu hal dari aspek manfaat akan mampu menangkis penyakit mental berbahaya tersebut.
gengsi ohh gengsi, sampai kapan hidupmu dipenuhi gengsi?cukupkanlah, lalu perhatikanlah apa yang terjadi.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
kata-kata diatas meluncur deras dari mulut ayah saya beberapa tahun lalu. ketika itu saya masih terpengaruh pola hidup anak-anak muda yang tidak seharusnya saya pedulikan. hidup saya ketika itu dipenuhi gengsi. semua serba harus mengikuti tren dan gaya hidup anak muda yang trendy.
maklum saja, ketika beranjak dewasa, eksistensi kita didalam lingkungan pertemanan adalah hal yang sangat penting. terkadang kita rela melakukan berbagai cara untuk bisa menjadi bagian dari lingkungan tersebut. yaa eksistensi membawa kita menuju kesana. tetapi terkadang, agar lebih terlihat eksis, kita berusaha sebisa mungkin mengikuti gaya hidup dari lingkungan tersebut. lagi-lagi gengsi banget kalo kita gak bisa mengikuti mereka. bukan begitu, kawan?
gengsi itu dimulai dari hal-hal seperti pakaian yang dipakai, gaya hidup yang serba wah, style anak muda, cara gaul ala anak muda ibukota, dsb.
akan tetapi setelah saya renungi dan fikirkan kembali lebih dalam. apa gunanya gengsi?
untung saja, hidup gengsi ala anak muda tidak berlanjut setelah ayah saya memberi nasehat dengan kata-kata pamungkas tersebut dan juga contoh yang baik dalam menyikapi gengsi tersebut.
ayah saya mengatakan hal itu bukan karena sebab, beliau mengatakan bahwa gengsi adalah sesuatu penyakit mental berbahaya. ketika itu saya bingung, kenapa ayah saya sampai mengatakan gengsi itu penyakit mental berbahaya?
ternyata ohh ternyata, gengsi memang sungguh berbahaya. kenapa begitu?
gengsi membuat kita jadi pribadi yang memaksakan diri untuk menjadi pribadi yang bukan diri kita sendiri.
gengsi selalu membawa kepada impilkasi negatif seperti iri dan dengki
gengsi menuntun kita menjadi pribadi yang ikut-ikutan
dan, gengsi itu perlu menghabiskan banyak uang!
silahkan hidup anda dipenuhi dengan gengsi, dipastikan hidup anda akan menjadi pribadi yang bukan diri anda sendiri dan cenderung ikut-ikutan, iri dan dengki pasti akan selalu berkecamuk di dalam diri anda (apalagi kalau sesuatu hal tidak bisa terpenuhi untuk menutupi gengsi tersebut), dan tentu saja anda akan menghabiskan banyak uang untuk memenuhi gengsi anda. tidak percaya, coba saja buktikan sendiri!
sungguh, hidup sederhana dan menjadi diri sendiri itu lebih baik daripada hidup yang selalu dipenuhi dengan gengsi. contohnya saja, ketika temen-temen yang lain sedang “in” memakai blackberry, kita harus ikut-ikutan beli blackberry. padahal menggunakan blackberry belum mempunyai nilai manfaat lebih buat diri kita sendiri. akhirnya, kita harus rela memaksakan diri membeli blackberry karena gengsi. gengsi karena kawan-kawan pake blackberry.
itu hanya sebagian contoh kecil saja,masih banyak hal lain yang terpengaruh dan termakan oleh gengsi.
lalu, masihkah anda merelakan hidup anda digerogoti oleh yang namanya gengsi?
saya rasa cukup menjadi pribadi yang sederhana dan menjadi diri sendiri (tidak ikut-ikutan) serta berusaha melihat sesuatu hal dari aspek manfaat akan mampu menangkis penyakit mental berbahaya tersebut.
gengsi ohh gengsi, sampai kapan hidupmu dipenuhi gengsi?cukupkanlah, lalu perhatikanlah apa yang terjadi.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
LIFE IS TOO SHORT
“Life is not lost by dying; life is lost minute by minute,
day by dragging day, in all the thousand small uncaring ways”#stephen
vincent bennet#
Quote ini benar-benar telah menyadarkan saya, bahwa kehidupan ini sesungguhnya bukan hilang karena kematian yang ‘memang’ akan menjemput kita kelak. kita tidak menyadari dengan seksama, bahwa hidup yang kita miliki itu ‘sama artinya’ akan hilang apabila kita tidak optimalkan setiap detik waktu yang berjalan dalam kehidupan ini.
kita sendiri sebagai manusia tidak akan pernah bisa memungkiri, bahwa waktu ‘sifatnya’ selalu berjalan kedepan dan tidak pernah sedetikpun berhenti atau mungkin bisa kita ‘pause’ untuk sekian detik dalam hidup ini. itu baru hitungan menit, lalu bagaimana kalau kita menjalani hidup ini hari demi hari hanya dengan sesuatu hal yang ‘biasa’? atau menjalaninya tanpa ada nilai kebaikan dan penuh dengan manfaat baik itu untuk diri kita sendiri maupun orang lain disekeliling kita?
ohhh tidak, kita harus cepat-cepat berbenah diri. kalau untuk saat ini kita masih tidak bisa gunakan waktu secara optimal, perbaikilah manajemen waktu kita. jangan pernah lepaskan setiap detik waktu kita dengan sesuatu hal yang sungguh sangat tidak berguna.
“When you think your life is so short and when you always keep trying to fill up your days with cheers and laughter; someday you’ll be amazed, how many great moments you’ve been through in your lifetime”
‘life is too short’, jadi mari kita maksimalkan.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
Quote ini benar-benar telah menyadarkan saya, bahwa kehidupan ini sesungguhnya bukan hilang karena kematian yang ‘memang’ akan menjemput kita kelak. kita tidak menyadari dengan seksama, bahwa hidup yang kita miliki itu ‘sama artinya’ akan hilang apabila kita tidak optimalkan setiap detik waktu yang berjalan dalam kehidupan ini.
kita sendiri sebagai manusia tidak akan pernah bisa memungkiri, bahwa waktu ‘sifatnya’ selalu berjalan kedepan dan tidak pernah sedetikpun berhenti atau mungkin bisa kita ‘pause’ untuk sekian detik dalam hidup ini. itu baru hitungan menit, lalu bagaimana kalau kita menjalani hidup ini hari demi hari hanya dengan sesuatu hal yang ‘biasa’? atau menjalaninya tanpa ada nilai kebaikan dan penuh dengan manfaat baik itu untuk diri kita sendiri maupun orang lain disekeliling kita?
ohhh tidak, kita harus cepat-cepat berbenah diri. kalau untuk saat ini kita masih tidak bisa gunakan waktu secara optimal, perbaikilah manajemen waktu kita. jangan pernah lepaskan setiap detik waktu kita dengan sesuatu hal yang sungguh sangat tidak berguna.
“When you think your life is so short and when you always keep trying to fill up your days with cheers and laughter; someday you’ll be amazed, how many great moments you’ve been through in your lifetime”
‘life is too short’, jadi mari kita maksimalkan.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
JADILAH PEJUANG ATAS SEMUA IMPIAN MU
Things may not have always been easy, but you made it this
far. Push the limits and be brave! Be a Warrior, not a worrier!
#ihatequotes
Kalau mempunyai segudang impian, belum tentu dengan mudah kita mendapatkannya. Ketika menginginkan sesuatu belum bisa dipastikan kita mampu memenuhi hal tersebut dengan hanya sekejap mata. Bila mengharapkan sesuatu hal yang sangat diharapkan, tidak begitu saja kita dengan mudah mendapatkan hal tersebut.
Ketika kerja keras, semangat yang tanpa henti, bekerja sepenuh tenaga, pengharapan yang besar, dan motivasi tinggi tanpa membiarkan diri ini lelah, apalagi sampai berputus asa, belum tentu semua yang kita inginkan dan impikan bisa kita raih dengan mudah.
Mungkin apa yang kita inginkan diraih dengan tidak mudah, kita harus berjibaku dengan waktu dan kehidupan, akan tetapi tidak perlu merasa khawatir, apalagi sampai berputus asa. Sesuatu hal itu memang tidak mudah didapatkan. Akan tetapi, yang jelas tetaplah bergerak maju kedepan, tetaplah melangkahkan kaki kita ke tujuan, bila badan harus penuh dengan peluh dan mulai letih, ingatlah bahwa kita telah bergerak sangat jauh untuk meraih apa yang kita cita-citakan.
Jangan pernah sedikitpun berhenti, jangan pernah sedikitpun menyerah, jangan pernah sedikitpun hilang harapan. Justru, apa yang kita harapkan dan cita-citakan itu sungguh telah dekat kepada tujuan yang kita idam-idamkan.
Beranilah menekan hingga titik darah penghabisan, dobraklah keterbatasan yang ada dalam diri kita sendiri dan segala hal yang menghalangi kita ke tujuan. Sesungguhnya, setiap satu pintu yang tertutup, tuhan akan membuka pintu-pintu peluang yang besar lainnya. Hanya saja, dibutuhkan usaha keras dan tetap teguh pada apa yang kita yakini dan cita-citakan.
Jangan pernah jadi pengecut dalam mengejar impian, bersikaplah berani untuk mengejarnya. Jangan takut sedikitpun dengan halangan-halangan hingga kesulitan yang datang pada masa proses perjalanan menuju impian.
Jadilah sang pejuang yang pemberani untuk meraih segala hal yang kita inginkan dan impikan hingga titik darah penghabisan, tapi tidak sedikitpun untuk mengkhawatirkan proses-proses ketidakberhasilan yang terjadi dalam perjalanan menuju impian.
Hanya yang berani, bermental pejuang, yang selalu mendobrak keterbatasan, dan tidak khawatir menghadapi segala halangan dan rintangan dalam proses perjalanan dalam meraih segala hal yang kita inginkan dan impikan.
Impian dan cita-cita itu hanya untuk mereka yang berjuang apa yang diimpikan dan dicita-citakan hingga berhasil meraihnya dengan hasil yang membanggakan.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
Kalau mempunyai segudang impian, belum tentu dengan mudah kita mendapatkannya. Ketika menginginkan sesuatu belum bisa dipastikan kita mampu memenuhi hal tersebut dengan hanya sekejap mata. Bila mengharapkan sesuatu hal yang sangat diharapkan, tidak begitu saja kita dengan mudah mendapatkan hal tersebut.
Ketika kerja keras, semangat yang tanpa henti, bekerja sepenuh tenaga, pengharapan yang besar, dan motivasi tinggi tanpa membiarkan diri ini lelah, apalagi sampai berputus asa, belum tentu semua yang kita inginkan dan impikan bisa kita raih dengan mudah.
Mungkin apa yang kita inginkan diraih dengan tidak mudah, kita harus berjibaku dengan waktu dan kehidupan, akan tetapi tidak perlu merasa khawatir, apalagi sampai berputus asa. Sesuatu hal itu memang tidak mudah didapatkan. Akan tetapi, yang jelas tetaplah bergerak maju kedepan, tetaplah melangkahkan kaki kita ke tujuan, bila badan harus penuh dengan peluh dan mulai letih, ingatlah bahwa kita telah bergerak sangat jauh untuk meraih apa yang kita cita-citakan.
Jangan pernah sedikitpun berhenti, jangan pernah sedikitpun menyerah, jangan pernah sedikitpun hilang harapan. Justru, apa yang kita harapkan dan cita-citakan itu sungguh telah dekat kepada tujuan yang kita idam-idamkan.
Beranilah menekan hingga titik darah penghabisan, dobraklah keterbatasan yang ada dalam diri kita sendiri dan segala hal yang menghalangi kita ke tujuan. Sesungguhnya, setiap satu pintu yang tertutup, tuhan akan membuka pintu-pintu peluang yang besar lainnya. Hanya saja, dibutuhkan usaha keras dan tetap teguh pada apa yang kita yakini dan cita-citakan.
Jangan pernah jadi pengecut dalam mengejar impian, bersikaplah berani untuk mengejarnya. Jangan takut sedikitpun dengan halangan-halangan hingga kesulitan yang datang pada masa proses perjalanan menuju impian.
Jadilah sang pejuang yang pemberani untuk meraih segala hal yang kita inginkan dan impikan hingga titik darah penghabisan, tapi tidak sedikitpun untuk mengkhawatirkan proses-proses ketidakberhasilan yang terjadi dalam perjalanan menuju impian.
Hanya yang berani, bermental pejuang, yang selalu mendobrak keterbatasan, dan tidak khawatir menghadapi segala halangan dan rintangan dalam proses perjalanan dalam meraih segala hal yang kita inginkan dan impikan.
Impian dan cita-cita itu hanya untuk mereka yang berjuang apa yang diimpikan dan dicita-citakan hingga berhasil meraihnya dengan hasil yang membanggakan.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
INI HIDUP KITA
Berhentilah mengeluh tentang hidup yg tak kamu inginkan. Mulailah menjalankan hidup yg kamu inginkan. Ini hidupmu! #pepatah
Sadar atau tidak sadar, ‘mungkin’ kita pernah mengeluh kenapa hidup yang kita jalani tidak sesuai dan tidak seperti yang kita inginkan. Ketika kita ingin sekali menjadi apa yang kita inginkan, terkadang kita harus bersabar karena ada intervensi dari orang tua ataupun orang-orang disekitar kita yang mempengaruhi segala hal yang kita inginkan dalam hidup.
Sebagai contoh, misalnya saja seorang anak yang bercita-cita ingin menjadi seorang pelukis, akan tetapi orang tuanya tidak merestuinya, mendukungnya, hingga mungkin melarang karena menjadi seorang pelukis tidak menjanjikan penghasilan dan masa depan yang baik.
Atau mungkin, orang tua yang selalu mengharapkan anaknya menjadi seorang karyawan di perusahaan-perusahaan besar atau di bank-bank terkenal di Indonesia. Padahal anak tersebut memiliki bakat, talenta, dan keinginan besar menjadi seorang pengusaha. Jelas berseberangan bukan? tidakkah sadar, hampir semua orang tua di Indonesia pasti menginginkan anaknya setelah lulus kuliah bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar, posisi yang bagus, dan gaji besar.
Lalu bagaimana menyikapi hal yang seperti itu?
Hal seperti ini memang tidak terlepas dari intervensi dan pengaruh. Untuk itulah, kita seharusnya mampu menegaskan diri bahwa hidup yang kita miliki saat ini adalah hidup kita.
Kita lah yang menentukan mau dibawa kemana hidup kita.
kita jugalah yang memilih harus seperti apa hidup yang kita jalani.
kita harus tegas akan kehidupan yang kita miliki, pilihlah kehidupan yang kita inginkan, jalanilah sesuatu hal yang bisa membahagiakan kehidupan kita.
Bila kalian ingin menjadi apapun yang kalian inginkan. Tekunilah, nikmatilah, jalanin, dan yang terpenting tetap berjuang sekuat tenaga untuk bisa menjadi yang terbaik atas apa yang kalian inginkan tersebut.
Buktikan kepada semua orang, bahwa ini adalah hidup kita. Dan tidak seorangpun boleh mengintervensi apalagi melarang atas hidup yang kita miliki. Berjuanglah untuk hal yang kita cita-citakan dan impikan.
Bukankah bekerja dengan hati senang dan gembira nantinya akan memberi hasil yang berbeda dan lebih baik. Untuk itulah, kerjakan apapun yang kamu senangi dan selama membawa hal positif kepada diri kita. Perjuangkan itu!
Apabila kamu ingin kadi penulis, mulailah menulis dan tulislah jutaan kalimat yang bisa membuat semua orang tertegun atas apa yang kamu tuliskan.
Apabila kamu ingin menjadi seorang pelukis, mulailah ambil kuas, cat warna, dan kanvas. Mulai gunakan imajinasi kreatifmu, goreskan dengan indah apa yang ingin kamu lukiskan.
Apabila kamu ingin menjadi seorang presiden, mulailah menumbuhkan kemampuan kepemimpinan, dan mulailah belajar tentang ilmu politik dan ketatanegaraan.
Yang jelas, bergeraklah sekarang juga terhadap segal yang kamu inginkan, cita-citakan, dan impikan dalam hidupmu. Teruslah berjuang menuju itu smeua. Teruslah bergerak dan persiapkan segal hal yang akan menunjang kamu meraih apapun yang kamu inginkan di dalam hidup.
Kita berhak memilih dan menjalankan hidup kita! ingat itu!
Ini hidup kita! bukan hidup mereka!
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
Sadar atau tidak sadar, ‘mungkin’ kita pernah mengeluh kenapa hidup yang kita jalani tidak sesuai dan tidak seperti yang kita inginkan. Ketika kita ingin sekali menjadi apa yang kita inginkan, terkadang kita harus bersabar karena ada intervensi dari orang tua ataupun orang-orang disekitar kita yang mempengaruhi segala hal yang kita inginkan dalam hidup.
Sebagai contoh, misalnya saja seorang anak yang bercita-cita ingin menjadi seorang pelukis, akan tetapi orang tuanya tidak merestuinya, mendukungnya, hingga mungkin melarang karena menjadi seorang pelukis tidak menjanjikan penghasilan dan masa depan yang baik.
Atau mungkin, orang tua yang selalu mengharapkan anaknya menjadi seorang karyawan di perusahaan-perusahaan besar atau di bank-bank terkenal di Indonesia. Padahal anak tersebut memiliki bakat, talenta, dan keinginan besar menjadi seorang pengusaha. Jelas berseberangan bukan? tidakkah sadar, hampir semua orang tua di Indonesia pasti menginginkan anaknya setelah lulus kuliah bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar, posisi yang bagus, dan gaji besar.
Lalu bagaimana menyikapi hal yang seperti itu?
Hal seperti ini memang tidak terlepas dari intervensi dan pengaruh. Untuk itulah, kita seharusnya mampu menegaskan diri bahwa hidup yang kita miliki saat ini adalah hidup kita.
Kita lah yang menentukan mau dibawa kemana hidup kita.
kita jugalah yang memilih harus seperti apa hidup yang kita jalani.
kita harus tegas akan kehidupan yang kita miliki, pilihlah kehidupan yang kita inginkan, jalanilah sesuatu hal yang bisa membahagiakan kehidupan kita.
Bila kalian ingin menjadi apapun yang kalian inginkan. Tekunilah, nikmatilah, jalanin, dan yang terpenting tetap berjuang sekuat tenaga untuk bisa menjadi yang terbaik atas apa yang kalian inginkan tersebut.
Buktikan kepada semua orang, bahwa ini adalah hidup kita. Dan tidak seorangpun boleh mengintervensi apalagi melarang atas hidup yang kita miliki. Berjuanglah untuk hal yang kita cita-citakan dan impikan.
Bukankah bekerja dengan hati senang dan gembira nantinya akan memberi hasil yang berbeda dan lebih baik. Untuk itulah, kerjakan apapun yang kamu senangi dan selama membawa hal positif kepada diri kita. Perjuangkan itu!
Apabila kamu ingin kadi penulis, mulailah menulis dan tulislah jutaan kalimat yang bisa membuat semua orang tertegun atas apa yang kamu tuliskan.
Apabila kamu ingin menjadi seorang pelukis, mulailah ambil kuas, cat warna, dan kanvas. Mulai gunakan imajinasi kreatifmu, goreskan dengan indah apa yang ingin kamu lukiskan.
Apabila kamu ingin menjadi seorang presiden, mulailah menumbuhkan kemampuan kepemimpinan, dan mulailah belajar tentang ilmu politik dan ketatanegaraan.
Yang jelas, bergeraklah sekarang juga terhadap segal yang kamu inginkan, cita-citakan, dan impikan dalam hidupmu. Teruslah berjuang menuju itu smeua. Teruslah bergerak dan persiapkan segal hal yang akan menunjang kamu meraih apapun yang kamu inginkan di dalam hidup.
Kita berhak memilih dan menjalankan hidup kita! ingat itu!
Ini hidup kita! bukan hidup mereka!
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
SAHABAT MEMOTIVASI DAN INSPIRATIF
“If all my friends were to jump off a bridge, I wouldn’t jump with them, I would be at the bottom to catch them.”
– Anonim-
Apa sih arti sahabat buat kalian? seberapa pentingkah mereka didalam kehidupan kalian? apa ada fungsi khusus buat kamu dari mereka?
Kalau saya sendiri akan bilang:
“Iya, sangat penting dan sangat perlu, tapi dengan catatan sahabat itu harus sahabat yang bukan sekedar menjadi tempat untuk bercerita, akan tetapi harus yang bisa membakar motivasi dan inspiratif”
Sebagian dari kita mungkin merasa sahabat cukup menjadi teman curhat saja, atau menjadi teman setia dikala susah dan senang. Memang iya, fungsi sahabat harus seperti itu. Akan tetapi saya secara pribadi mau sahabat yang harus bisa membakar motivasi dan memberi inspirasi dengan pencapaian-pencapain atau kesuksesan-kesuksesan yang telah dia raih.
Dari merekalah akhirnya kita terpacu untuk berkompetisi dalam hal positif. Berkompetisi untuk meraih yang terbaik dari yang paling terbaik. Sejujurnya, itulah yang saya rasakan bersama sahabat-sahabat saya.
Merekalah salah satu alasan kuat kenapa saya harus berambisi keras melebihi pencapaian mereka.
Mereka lah yang melecut semangat saya.
Merekalah yang menantang saya untuk bermimpi besar dan meraih segala impian tersebut.
Mereka juga lah yang memberikan saya berbagai kisah-kisah inspiratif sehingga memaksa saya untuk terus bergerak ke tujuan.
Saya sangat suka persahabatan seperti ini, persahabatan yang benar-benar saling membangun. Kita bersama-sama ingin menjadi seseorang yang lebih baik dan berhasil.
Maka dari itulah, dimulai dari sekarang pilihlah sahabat yang tepat. Bukan sekedar sahabat-sahabat-an ala kadarnya. Pilihlah sahabat yang mampu membangun iklim kompetisi positif untuk kalian. Dari kompetisi tersebut kita bisa menjadi lebih terpacu untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam hidup.
Ingat, pilihlah sahabat yang tepat.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
– Anonim-
Apa sih arti sahabat buat kalian? seberapa pentingkah mereka didalam kehidupan kalian? apa ada fungsi khusus buat kamu dari mereka?
Kalau saya sendiri akan bilang:
“Iya, sangat penting dan sangat perlu, tapi dengan catatan sahabat itu harus sahabat yang bukan sekedar menjadi tempat untuk bercerita, akan tetapi harus yang bisa membakar motivasi dan inspiratif”
Sebagian dari kita mungkin merasa sahabat cukup menjadi teman curhat saja, atau menjadi teman setia dikala susah dan senang. Memang iya, fungsi sahabat harus seperti itu. Akan tetapi saya secara pribadi mau sahabat yang harus bisa membakar motivasi dan memberi inspirasi dengan pencapaian-pencapain atau kesuksesan-kesuksesan yang telah dia raih.
Dari merekalah akhirnya kita terpacu untuk berkompetisi dalam hal positif. Berkompetisi untuk meraih yang terbaik dari yang paling terbaik. Sejujurnya, itulah yang saya rasakan bersama sahabat-sahabat saya.
Merekalah salah satu alasan kuat kenapa saya harus berambisi keras melebihi pencapaian mereka.
Mereka lah yang melecut semangat saya.
Merekalah yang menantang saya untuk bermimpi besar dan meraih segala impian tersebut.
Mereka juga lah yang memberikan saya berbagai kisah-kisah inspiratif sehingga memaksa saya untuk terus bergerak ke tujuan.
Saya sangat suka persahabatan seperti ini, persahabatan yang benar-benar saling membangun. Kita bersama-sama ingin menjadi seseorang yang lebih baik dan berhasil.
Maka dari itulah, dimulai dari sekarang pilihlah sahabat yang tepat. Bukan sekedar sahabat-sahabat-an ala kadarnya. Pilihlah sahabat yang mampu membangun iklim kompetisi positif untuk kalian. Dari kompetisi tersebut kita bisa menjadi lebih terpacu untuk mendapatkan hasil yang terbaik dalam hidup.
Ingat, pilihlah sahabat yang tepat.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
HIDUP INI MENYENANGKAN
“May the sun always shine on your windowpane; May a rainbow
be certain to follow each rain; May the hand of a friend always be near
you; May God fill your heart with gladness to cheer you”.#Irish
Blessing.
Ketika bangun dari tidur, tentunya kita selalu berharap hari ini adalah hari terbaik yang akan kita miliki. Hidup yang kita jalani kan hari ini atau sekarang. Hari kemarin itu sudah berlalu dan hari esok pun kita tidak pernah mengetahui dan belum mengalami.
Untuk itulah, kita semua berharap dan berdoa agar bisa menjalani hari ini dengan banyak hal yang bisa membawa kita kepada hal-hal baik, bermanfaat, dan dipenuhi oleh kebahagiaan dan keceriaan.
Lalu bagaimanakah sikap kita dalam menjalani hidup ini?
saya mempunyai beberapa tips buat teman-teman sekalian agar bisa menjalani kegiatan keseharian dengan semaksimal mungkin. Beberapa tips tersebut telah terbukti ampuh untuk saya sehingga mengoptimalkan waktu yang tuhan berikan kepada saya setiap hari.
Ini dia tipsnya:
Yang pertama:
“sebelum tidur pada malam hari, evaluasilah diri anda terlebih dahulu untuk hari yang kemarin. Renungkan, ambil hikmahnya, dan cari solusi untuk memperbaikinya di hari berikut”
Hal ini sangat penting, karena dengan evaluasi diri kita bisa mempelajari apa yang telah kita lakukan pada hari kemarin. Lihatlah dari sisi positif dan negatifnya, dari sisi baik ataupun buruk, dari sisi kemanfaatan dan kesia-siaan. Dengan evaluasi diri inilah bisa menjadi kekuatan dasar bagi diri kita untuk terus menerapkan ilmu “memperbaiki diri untuk hari esok”.
Yang kedua,
“mulailah membuat daftar kegiatan pada malam hari sebelum anda tidur, yang akan anda lakukan esok harinya”.
Daftar kegiatan yang anda buat akan menjadi panduan. Hal ini dilakukan agar anda bisa mengkawal waktu anda dengan baik dan menghindari membuang waktu secara cuma-cuma tanpa harus bingung ‘mau ngapain yaa hari ini?’.
Saran saya, buatlah daftar kegiatan dengan porsi-posri yang tepat. Kalau saya membaginya menjadi 3 hal.
Porsi pertama berisi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan diri (bisa dengan membaca buku pengembangan diri, belajar keahlian-keahlian tambahan, belajar sabar dan menjaga lisan, belajar agama, dsb).
Porsi kedua adalah berisi kegiatan-kegiatan yang bersifat rutinitas penting (bekerja, berolahraga, membantu orang tua, menulis blog, dsb).
Porsi ketiga adalah berisi kegiatan-kegiatan yang harus kita lakukan untuk bisa meraih segala hal yang kita cita-citakan dan impian didalam hidup. Hal ini sangat penting, contohnya saja: apabila kita mempunyai impian untuk menuliskan dan menerbitkan buku best seller, maka harus ada kegiatan yang membuat kita harus menulis dengan target-target tertentu.
Lalu yang ketiga adalah,
“bersyukurlah dan nikmati hari ini dengan sebaik-baiknya. Berfikir dan bersikaplah sebaik-baiknya dalam menjalani hidup ini. Jadikan hari ini adalah hari yang paling terbaik yang pernah teman-teman miliki. Lalu berbuat baiklah dan memberi manfaat untuk diri anda, dan orang-orang disekeliling teman-teman”.
Ketika kita merasakan bahwa hari ini adalah hari yang paling terbaik, tidak ada alasan lagi untuk bersikap sedih dan malas. Ceriakan hidup teman-teman, berbuatlah sesuatu yang menyenangkan teman-teman. Kerjakan hal-hal positif yang akan membantu mengembangkan potensi diri dan semangat teman-teman semuanya.
Jadi, itulah tips yang saya miliki. Berfikir dan bersikap positiflah dalam segala hal untuk hari ini dan esok harinya. Hidup itu membahagiakan, hanya saja persepsi kita yang akan menentukan seberapa bahagiakah kita sendiri.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
Ketika bangun dari tidur, tentunya kita selalu berharap hari ini adalah hari terbaik yang akan kita miliki. Hidup yang kita jalani kan hari ini atau sekarang. Hari kemarin itu sudah berlalu dan hari esok pun kita tidak pernah mengetahui dan belum mengalami.
Untuk itulah, kita semua berharap dan berdoa agar bisa menjalani hari ini dengan banyak hal yang bisa membawa kita kepada hal-hal baik, bermanfaat, dan dipenuhi oleh kebahagiaan dan keceriaan.
Lalu bagaimanakah sikap kita dalam menjalani hidup ini?
saya mempunyai beberapa tips buat teman-teman sekalian agar bisa menjalani kegiatan keseharian dengan semaksimal mungkin. Beberapa tips tersebut telah terbukti ampuh untuk saya sehingga mengoptimalkan waktu yang tuhan berikan kepada saya setiap hari.
Ini dia tipsnya:
Yang pertama:
“sebelum tidur pada malam hari, evaluasilah diri anda terlebih dahulu untuk hari yang kemarin. Renungkan, ambil hikmahnya, dan cari solusi untuk memperbaikinya di hari berikut”
Hal ini sangat penting, karena dengan evaluasi diri kita bisa mempelajari apa yang telah kita lakukan pada hari kemarin. Lihatlah dari sisi positif dan negatifnya, dari sisi baik ataupun buruk, dari sisi kemanfaatan dan kesia-siaan. Dengan evaluasi diri inilah bisa menjadi kekuatan dasar bagi diri kita untuk terus menerapkan ilmu “memperbaiki diri untuk hari esok”.
Yang kedua,
“mulailah membuat daftar kegiatan pada malam hari sebelum anda tidur, yang akan anda lakukan esok harinya”.
Daftar kegiatan yang anda buat akan menjadi panduan. Hal ini dilakukan agar anda bisa mengkawal waktu anda dengan baik dan menghindari membuang waktu secara cuma-cuma tanpa harus bingung ‘mau ngapain yaa hari ini?’.
Saran saya, buatlah daftar kegiatan dengan porsi-posri yang tepat. Kalau saya membaginya menjadi 3 hal.
Porsi pertama berisi kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan diri (bisa dengan membaca buku pengembangan diri, belajar keahlian-keahlian tambahan, belajar sabar dan menjaga lisan, belajar agama, dsb).
Porsi kedua adalah berisi kegiatan-kegiatan yang bersifat rutinitas penting (bekerja, berolahraga, membantu orang tua, menulis blog, dsb).
Porsi ketiga adalah berisi kegiatan-kegiatan yang harus kita lakukan untuk bisa meraih segala hal yang kita cita-citakan dan impian didalam hidup. Hal ini sangat penting, contohnya saja: apabila kita mempunyai impian untuk menuliskan dan menerbitkan buku best seller, maka harus ada kegiatan yang membuat kita harus menulis dengan target-target tertentu.
Lalu yang ketiga adalah,
“bersyukurlah dan nikmati hari ini dengan sebaik-baiknya. Berfikir dan bersikaplah sebaik-baiknya dalam menjalani hidup ini. Jadikan hari ini adalah hari yang paling terbaik yang pernah teman-teman miliki. Lalu berbuat baiklah dan memberi manfaat untuk diri anda, dan orang-orang disekeliling teman-teman”.
Ketika kita merasakan bahwa hari ini adalah hari yang paling terbaik, tidak ada alasan lagi untuk bersikap sedih dan malas. Ceriakan hidup teman-teman, berbuatlah sesuatu yang menyenangkan teman-teman. Kerjakan hal-hal positif yang akan membantu mengembangkan potensi diri dan semangat teman-teman semuanya.
Jadi, itulah tips yang saya miliki. Berfikir dan bersikap positiflah dalam segala hal untuk hari ini dan esok harinya. Hidup itu membahagiakan, hanya saja persepsi kita yang akan menentukan seberapa bahagiakah kita sendiri.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
FOKUS USAHA LEBIH DAN DOA
Percayakah anda dengan impian? kalau saya jelas sangat percaya. Impian itu motivator penggerak kehidupan kita semua. Kalau kita tidak mempunyai impian hidup, rasanya kehidupan ini pasti hanya akan dijalani dengan pasrah mengikut alur dan tidak memiliki tujuan yang ingin diraih.
Memang pada kenyataannya, meraih impian yang kita inginkan bukan perkara yang mudah. Tidak semerta-merta begitu saja dapat diraih. Atau mungkin, tidak memerlukan usaha lebih dalam mencapainya.
Impian menurut saya adalah nyawa dari kehidupan. Tanpa Impian, hidup ini akan hambar. Tidak ada motivasi, dan tidak ada penggerak semangat mencapai sebuah tujuan.
Ketika kita sudah yakini apa saja yang menjadi impian tersebut. Letakkanlah hal tersebut 5 cm di depan kening kita. Menempatkan ini bermaksud, kita harus fokus dengan impian tersebut, yakinkan diri kita bahwa kita mampu meraihnya, percayakan semua impian itu akan berhasil kita dapatkan.
Setelah itu, impian bisa diraih dengan usaha yang lebih dan lebih lagi. Kita harus menggerakkan semua daya upaya yang kita miliki untuk meraihnya. Ketika usaha dan doa telah berjalan seiringan. Biar Tuhan yang menentukan kapan tepatnya kita bisa menggenggam impian tersebut.
Ingat, anda perlu fokus, usaha lebih dan lebih lagi, dan berdoa secara tulus untuk bisa kita meraih impian tersebut.
Tidak ada sesuatu hal apapun didunia ini yang tidak mungkin, semuanya mungkin saja bisa kita dapatkan. Tidak perlu ada kekhawatiran bahwa kita tidak layak, atau tidak mungkin meraih apa yang kita inginkan.
boleh tahu, apa impianmu?
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
MALAS UNTUK KEBAIKAN
” Saya pemalas ulung. Saya malas bergaul yang tidak berguna,
malas menonton acara TV yang hanya memperkaya yang di dalam layar TV,
tapi merusak moral dan tidak menjadikan saya lebih tahu dan lebih mau.
Malas mendengar orang berbicara palsu untuk keuntungannya sendiri. Saya
malas menjadi pemimpi yang tanpa tindakan. Saya tidak rajin untuk yang
tidak baik”. #mario teguh
Kalau mendengar kata malas, selalu saja konotosinya menjadi negatif. Malas memang menjadi momok yang paling menakutkan buat saya. Bagaimana tidak, ketika rasa malas menyerang saya, sepertinya segala hal betul-betul tidak mempunyai semangat dan gairah sedikitpun untuk mengerjakan sesuatu hal tersebut.
Terkadang, kita rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya duduk diam, melamun, dan tidak ingin mengerjakan apapun. Bukankah begitu? apakah teman-teman merasakan hal yang sama seperti saya?
Penyakit kemalasan ini merupakan penyakit berbahaya bagi kita semua. Malasa membuat kita kehilangan semangat, waktu terbuang percuma, banyak keburukan dibanding kebaikannya, dan produktifitas pun menurun.
Bapak Mario Teguh seorang motivator terkenal di Indonesia mengatakan, boleh saja kita menjadi seorang pemalas yang ulung. Asal konotasi malas di pelintir menjadi malas dalam arti positif.
Malas bukan berarti keburukan kok. Ternyata malas juga bisa menjadi tembok penghalang bagi kita untuk terlindung dari rasa malas negatif.
Seperti halnya malas untuk berbuat yang tidak baik, malas untuk menghabiskan waktu sia-sia, malas untuk kumpul dengan orang-orang yang tidak berguna, dsb.
Lalu pertanyaannya adalah, apakah kita sudah bisa mengubah malas dalam versi negatif kepada malas yang berkonotasi positif?
mungkin memerlukan waktu untuk mengubahnya, keyakinan dan niat yang baik menjadi kunci untuk mengubah menjadi kemalasan yang memberi kebaikan.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
Kalau mendengar kata malas, selalu saja konotosinya menjadi negatif. Malas memang menjadi momok yang paling menakutkan buat saya. Bagaimana tidak, ketika rasa malas menyerang saya, sepertinya segala hal betul-betul tidak mempunyai semangat dan gairah sedikitpun untuk mengerjakan sesuatu hal tersebut.
Terkadang, kita rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya duduk diam, melamun, dan tidak ingin mengerjakan apapun. Bukankah begitu? apakah teman-teman merasakan hal yang sama seperti saya?
Penyakit kemalasan ini merupakan penyakit berbahaya bagi kita semua. Malasa membuat kita kehilangan semangat, waktu terbuang percuma, banyak keburukan dibanding kebaikannya, dan produktifitas pun menurun.
Bapak Mario Teguh seorang motivator terkenal di Indonesia mengatakan, boleh saja kita menjadi seorang pemalas yang ulung. Asal konotasi malas di pelintir menjadi malas dalam arti positif.
Malas bukan berarti keburukan kok. Ternyata malas juga bisa menjadi tembok penghalang bagi kita untuk terlindung dari rasa malas negatif.
Seperti halnya malas untuk berbuat yang tidak baik, malas untuk menghabiskan waktu sia-sia, malas untuk kumpul dengan orang-orang yang tidak berguna, dsb.
Lalu pertanyaannya adalah, apakah kita sudah bisa mengubah malas dalam versi negatif kepada malas yang berkonotasi positif?
mungkin memerlukan waktu untuk mengubahnya, keyakinan dan niat yang baik menjadi kunci untuk mengubah menjadi kemalasan yang memberi kebaikan.
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
JUST PERFROM
JUST PERFROM
Penyesalan terbesar bukan karena kegagalan atau kesalahan namun bila kamu tidak pernah melakukan apapun.”
Mungkin kita selalu di hinggapi oleh perasaan takut dan keraguan dalam melakukan sesuatu hal yang kita inginkan. Takut gagal dan takut membuat kesalahan begitu mendominasi dalam hidup kita.
Apakah teman-teman pernah merasakan hal seperti itu? ataukah teman-teman belum bisa lepas dari perasaan takut gagal dan takut salah?
Saya berpendapat, ini adalah salah satu hal yang menghambat kita untuk berkembang menjadi pribadi yang besar, pribadi yang sukses dalam segala hal. Sadarilah, bahwa ketakutan-ketakutan itu hanyalah buah pemikiran yang sudah seharusnya kita buang jauh-jauh.
Seharusnya, kita justru harus lebih takut kalau tidak melakukan apapun. bukankah begitu?
Kalau kita tidak melakukan apapun, kita tidak akan pernah menghasilkan sesuatu hal apapun dalam hidup ini. Kecenderungan takut gagal ini menjadi penghambat terbesar menuju kesuksesan.
Misalnya saja, kita takut untuk diberikan posisi dan tanggung jawab baru yang lebih besar, takut gagal memulai usaha yang baru saja dirintis, takut membuat kesalahan dalam menyelesaikan suatu permasalahan, atau takut menghadapi berbagai persoalan hidup yang ‘katanya’ justru akan membawa implikasi kegagalan dan kesalahan yang lebih kompleks lagi.
Sudah saatnya kita rubah pemikiran tersebut,
Tidak perlu khawatir kalau mengalami kegagalan. Karena pada dasarnya, kegagalan itulah yang membawa kita dalam proses menuju perbaikan dan kesempurnaan.
Tidak perlu khawatir kalau membuat kesalahan. Karena dari kesalahan itulah kita belajar banyak hal dan bisa membuat kita memahami arti kesalahan menuju sesuatu hal yang benar.
Kegagalan dan kesalahan bukan momok yang menakutkan, justru dari hal itulah kita hidup. Kita bisa mengerti, memahami, mempelajari, dan bisa menjadikannya sebagai sebuah pengalaman berharga, yang membuat kita bisa semakin ‘hidup’.
Mulai dari sekarang, lakukan saja apa yang harus anda lakukan. Tidak perlu takut gagal, apalagi takut membuat kesalahan. Pada dasarnya manusia itu memiliki kecenderungan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Mulai sekarang, just perform!
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
Penyesalan terbesar bukan karena kegagalan atau kesalahan namun bila kamu tidak pernah melakukan apapun.”
Mungkin kita selalu di hinggapi oleh perasaan takut dan keraguan dalam melakukan sesuatu hal yang kita inginkan. Takut gagal dan takut membuat kesalahan begitu mendominasi dalam hidup kita.
Apakah teman-teman pernah merasakan hal seperti itu? ataukah teman-teman belum bisa lepas dari perasaan takut gagal dan takut salah?
Saya berpendapat, ini adalah salah satu hal yang menghambat kita untuk berkembang menjadi pribadi yang besar, pribadi yang sukses dalam segala hal. Sadarilah, bahwa ketakutan-ketakutan itu hanyalah buah pemikiran yang sudah seharusnya kita buang jauh-jauh.
Seharusnya, kita justru harus lebih takut kalau tidak melakukan apapun. bukankah begitu?
Kalau kita tidak melakukan apapun, kita tidak akan pernah menghasilkan sesuatu hal apapun dalam hidup ini. Kecenderungan takut gagal ini menjadi penghambat terbesar menuju kesuksesan.
Misalnya saja, kita takut untuk diberikan posisi dan tanggung jawab baru yang lebih besar, takut gagal memulai usaha yang baru saja dirintis, takut membuat kesalahan dalam menyelesaikan suatu permasalahan, atau takut menghadapi berbagai persoalan hidup yang ‘katanya’ justru akan membawa implikasi kegagalan dan kesalahan yang lebih kompleks lagi.
Sudah saatnya kita rubah pemikiran tersebut,
Tidak perlu khawatir kalau mengalami kegagalan. Karena pada dasarnya, kegagalan itulah yang membawa kita dalam proses menuju perbaikan dan kesempurnaan.
Tidak perlu khawatir kalau membuat kesalahan. Karena dari kesalahan itulah kita belajar banyak hal dan bisa membuat kita memahami arti kesalahan menuju sesuatu hal yang benar.
Kegagalan dan kesalahan bukan momok yang menakutkan, justru dari hal itulah kita hidup. Kita bisa mengerti, memahami, mempelajari, dan bisa menjadikannya sebagai sebuah pengalaman berharga, yang membuat kita bisa semakin ‘hidup’.
Mulai dari sekarang, lakukan saja apa yang harus anda lakukan. Tidak perlu takut gagal, apalagi takut membuat kesalahan. Pada dasarnya manusia itu memiliki kecenderungan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Mulai sekarang, just perform!
https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/
Langganan:
Komentar (Atom)