Kamis, 07 Mei 2015

Cerita Mahasiswa Tingkat Akhir

Tahun ini saya menjadi mahasiswa tingkat akhir. Berdasarkan pengalaman dari yang sudah lulus, kita harus menikmati akhir-akhir masa perkuliahan dengan berkumpul bersama teman-teman terdekat sebelum kita sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing. Itu yang membuat saya senang pulang malam dari kampus hanya untuk “ketawa-ketawa” bersama pikapiku (sebutan untuk kita berlima, yang terbentuk karena ke ITC dan jajan es yang namanya pikapiku). Kita kumpul lebih banyak membicarakan mengenai kehidupan di luar kampus, jarang banget kita membicarakan masalah tugas kalo lagi kumpul (bahkan ga boleh ada yang bahas tugas kalo lagi kumpul), lebih seringnya kita membahas kejadian-kejadian apa yang kita alami di kehidupan kita masing-masing untuk saling berbagi dan mengambil pelajaran dari masing-masing kisah hidup kita (mulai dari bete2an sama temen, kesel sama orang rumah, kesel sama orang yg kita temuin di angkutan umum, unek-unek sama kehidupan organisasi, lagi suka sama seseorang, bete karena digantungin sama gebetan, galau-galauin mantan, sampe niat mau taarufan juga kita omongin kalo udah kumpul :D). mungkin bagi sebagian mahasiswa yang lain kita ini orang gila, padahal kuliahnya cuma dari jam 3 sore sampe jam 5 sore, tapi nongkrongnya sampe jam 7 malem bahkan pernah sampai jam stengah 9 kita baru pulang ke rumah masing-masing. Tapi bagi kita itu adalah moment yang sayang banget kalo ga dinikmati (rugi kali ah kuliah cuma mau dengerin dosen, baca buku sendiri juga bisa). 
Bagi saya, dunia perkulihan itu yang terpenting adalah seberapa banyak orang yang kita kenal dan seberapa banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan orang-orang yang kita kenal. Nah yang kedua baru deh kita ambil pelajaran apa yang dosen omongin. Saya mencoba berpikir realistis aja, zaman sekarang itu ijazah atau gelar yang membuntuti nama kita seakan-akan hanya jadi pendukung untuk mendapat pekerjaan yang bisa mensejahterakan hidup kita. Tapi semua itu akan lebih sia-sia lagi ketika kita tidak memiliki jaringan pertemanan yang luas. Sesukses apapun kita, sebanyak apapupun rezeki yang Tuhan berikan untuk kita, tidak nikmat rasanya jika kita tidak bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain, khususnya teman-teman terdekat kita.
Itulah sebabnya saya senang berkenalan dengan orang-orang baru dalam hidup saya, because we don’t meet people by accident. They are meant to cross our path for a reason. begitupun bertemunya saya dengan kalian berempat yang membuat hari-hari saya lebih berwarna. (walaupun gue sering bercanda, tapi tulisan gue kali ini gak lagi bercanda kok. gue serius nih haha)
 
http://lailatuludhiyah.blogspot.com/2015/01/cerita-mahasiswa-tingkat-akhir_11.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar