Tahun ini saya menjadi mahasiswa tingkat akhir.
Berdasarkan pengalaman dari yang sudah lulus, kita harus menikmati akhir-akhir
masa perkuliahan dengan berkumpul bersama teman-teman terdekat sebelum kita
sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing. Itu yang membuat saya senang pulang
malam dari kampus hanya untuk “ketawa-ketawa” bersama pikapiku (sebutan untuk
kita berlima, yang terbentuk karena ke ITC dan jajan es yang namanya pikapiku).
Kita kumpul lebih banyak membicarakan mengenai kehidupan di luar kampus, jarang
banget kita membicarakan masalah tugas kalo lagi kumpul (bahkan ga boleh ada
yang bahas tugas kalo lagi kumpul), lebih seringnya kita membahas
kejadian-kejadian apa yang kita alami di kehidupan kita masing-masing untuk
saling berbagi dan mengambil pelajaran dari masing-masing kisah hidup kita
(mulai dari bete2an sama temen, kesel sama orang rumah, kesel sama orang yg
kita temuin di angkutan umum, unek-unek sama kehidupan organisasi, lagi suka
sama seseorang, bete karena digantungin sama gebetan, galau-galauin mantan,
sampe niat mau taarufan juga kita omongin kalo udah kumpul :D). mungkin bagi
sebagian mahasiswa yang lain kita ini orang gila, padahal kuliahnya cuma dari
jam 3 sore sampe jam 5 sore, tapi nongkrongnya sampe jam 7 malem bahkan pernah
sampai jam stengah 9 kita baru pulang ke rumah masing-masing. Tapi bagi kita
itu adalah moment yang sayang banget kalo ga dinikmati (rugi kali ah kuliah
cuma mau dengerin dosen, baca buku sendiri juga bisa).
Bagi saya, dunia
perkulihan itu yang terpenting adalah seberapa banyak orang yang kita kenal dan
seberapa banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan orang-orang yang
kita kenal. Nah yang kedua baru deh kita ambil pelajaran apa yang dosen
omongin. Saya mencoba berpikir realistis aja, zaman sekarang itu ijazah atau
gelar yang membuntuti nama kita seakan-akan hanya jadi pendukung untuk mendapat
pekerjaan yang bisa mensejahterakan hidup kita. Tapi semua itu akan lebih
sia-sia lagi ketika kita tidak memiliki jaringan pertemanan yang luas. Sesukses
apapun kita, sebanyak apapupun rezeki yang Tuhan berikan untuk kita, tidak
nikmat rasanya jika kita tidak bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain,
khususnya teman-teman terdekat kita.
Itulah sebabnya saya senang berkenalan dengan
orang-orang baru dalam hidup saya, because
we don’t meet people by accident. They are meant to cross our path for a
reason. begitupun bertemunya saya dengan kalian berempat yang
membuat hari-hari saya lebih berwarna. (walaupun gue sering bercanda,
tapi tulisan gue kali ini gak lagi bercanda kok. gue serius nih haha)
http://lailatuludhiyah.blogspot.com/2015/01/cerita-mahasiswa-tingkat-akhir_11.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar