Cernalah kata demi kata, jangan tergesa-gesa
untuk membacanya..
IBU terdiri dari 3 kata yang mempunyai banyak
arti dan makna. Aku terlahir dari
seorang wanita mulia bernama Ibu. Seorang wanita yang kukenal sebagai sosok
yang kuat, sabar, dan tabah. Wanita yang kuanggap sebagai penyejuk kehidupanku.
IBU adalah
pahlawan, sahabat, kekasih, pelindung, penasehat, dan segala2nya bagi aku. Itu
mungkin masih kurang cukup ungkapan yg pantas aku berikan untuk ibu ku
tercinta. Tanpa beliau aku bukanlah siapa-siapa, aku tak mungkin bisa berdiri
tegak dan mampu menghadapi berbagai pencobaan hidup yg terkadang itu teramat
sangat luar biasa berat. Tapi ada di sisinya aku merasa kalo aku mampu
menghadapinya.
Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya
dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu
bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada
perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin
dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap
hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa.
Beruntunglah kita yang masih mempunyai ibunda
yang sangat sayang sama kita,yang sangat peduli terhadap kita dan tidak ada
yang bisa menggantikan posisi ibu. Mungkin kebanyakan orang belum pernah
merasakan yang namanya mempunyai orang tua tunggal seperti saya. Setelah saya
ditinggal oleh alm bapak saya, saya merasakan yang namanya perjuangan seorang
ibu untuk anaknya. Ibuku mempunyai 3 anak yang hebat-hebat, setelah kami di
tinggal oleh seorang ayah yang selalu memberikan nafkah untuk kami, kami baru
merasakan yang namanya ayah sangat di perluka,karena tanpa ayah aku dan
kakak-kakakutidak akan bisa seperti ini.
Setelah kepergian ayahku, ibuku lah yang
menjadi kepala rumah tangga sekaligus menjadi ibu rumah tangga, betapa hebatnya
ibuku bisa menjalankan tugas keduanya, walaupun disaat-saat tertentu ibuku
selalu terlihat lelah,yah tidak gampang untuk menjadi seorang ibu sekaligus
bapak. Yang aku salut dari ibuku, ibuku tidak pernah mengeluh akan lelahnya
fisik yang ia alami, dia selalu terlihat bersemangat di depan anak-anaknya,
namun aku dan kakak-kakaku bisa merasakan apa yang ibu rasakan.
Hari demi hari anak mu semakin tumbuh besar
dan dewasa, makin sibuk dengan kesibukkannya masing-masing, waktu dulu aku dan
kakak-kakaku selalu ada di sampingnya, namun sekarang anak-anakmu berpisah
dengan ibu, anak-anakmu sedang menata masa depannya yang lebih baik. Maaf kan
kami bertiga ibu, apabila kami jarang mempunyai waktu bersama dengan ibu, tapi
kami tidak akan pernah atau sedikitpun rasa sayang kami terhadap ibu luntur.
Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali
menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita
mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis
dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali
berdoa untuk Ibu kita?
Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar