Rabu, 30 September 2015

TUGAS SIA



1.        Jelaskan apa yg dimaksud dengan SIA!
JAWAB:
SIA(Sistem Informasi Akutansi) adalah serangkaian prosedur formal dimana data di kumpulkan , di proses menjadi informasi dan distribusikan ke para pengguna
2.       Jelaskan peran SIA dalam rangkaian nilai/value chan!
JAWAB:
-          INBOUND LOGISTICS
Terdiri dari menerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan- bahan masukan yg digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yg di jual nya.
-          OPRASI (OPERATIONS)
Adalah aktivitas- aktivitas yg mengubah masukan menjadi jasa atau produk yg sudah jadi.
-          OUTBOND LOGISTICS
Adalah aktivitas-aktivitas yg melibatkan distribusi produk yg sudah jadi ke para pelanggan.
-          PEMASARAN DAN PENJUALAN
Mengalah pada aktivitas-aktivitas yg berhubungan dengan membantu dengan pelanggan untuk membeli jasa atau produk yg dihasilkan organisasi,
-          PELAYANAN (SERVICE)
Memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan.
3.       Jelaskan perbedaan E-bisnis dan E-comerce!
JAWAB:
 E-bisnis adalah sebuah konsep yg di terapkan untuk strategi dan oprasi
 E-comerce adalah untuk menunjukan pembelian dan penjualan menggunakan teknologi internet.
4.       Jelaskan ancaman-ancaman yg kemungkinan terjadi pada SIA!
JAWAB:
Ancaman yg kemungkinan terjadi pada sia adalah aksi yg mengganggu  stabilitas system informasi akutansi yg berasal dari system itu sendiri mau pun dari luar system .
Contoh nya seperti 
-          Ancaman dari alam (Bencana yg membuat system rusak)
-          Ancaman dari manusia (sabotase system oleh pihak dalam perusahaan
-          Ancaman lingkungan (lingkungan system yg tidak memadai)
5.       Jelaskan apa yg dimaksud dengan system audit berbasis data!
JAWAB:
adalah sebuah proses yang sistematis dalam mengumpulkan dan mengevaluasi bukti-bukti untuk menentukan bahwa sebuah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan oleh organisasi telah dapat mencapai tujuannya.


Kamis, 07 Mei 2015

KEBIJAK SANAAN CENDOL

Karena akan menerima tamu dari Thailand, maka Kyai itu merasa harus menyuguhkan Jawa. Segala yang nampak pada Pondok Pesantren yang dipimpinnya, sebenarnya relatif sudah mengekspresikan tradisional Jawa. Potret desa, model-model bangunan dan irama kehidupannya. Sang Tamu besok mungkin akan mendengarkan para santri berbincang dalam bahasa Arab atau Inggris. Tapi itu bukan masalahnya. Yang penting Kyai kita ini tidak akan mungkin menyediakan Coca Cola ke depan hidung tamunya dari tanah Thai itu.
Demikianlah akhirnya sekalian Santriyah yang tergabung dalam Qismul Mathbah (Departemen Dapur) bertugas memasak berbagai variasi menu Jawa. Dari sarapan grontol, makan siang nasi brongkos, malam gudeg, besoknya pecel, lalu sayur asem dengan snack lemet dan limpung.
Sang Kyai sendiri “cancut tali wondo” mempersiapkan suguhan siang hari yang diperkirakan bakal terik. Ia dengan vespa kunonya melaju, membawa semacam tempat sayur yang besar. Empat kilometer ditempuh, dan sampailah ia ke warung kecil di tepi jalan. Seorang Bapak tua penjual cendol. Sang Kyai sudah memperhitungkan waktunya untuk sampai pada bapak cendol ini pada dinihari saat jualannya. Yakni ketika stock masih melimpah.
Terjadilah dialog dalam bahasa Jawa krama-madya.
Masih banyak, pak ?
Masih Den, Wong baru saja bukak beberan
Alhamdulillah, ini akan saya beli semua. Berapa ?
Pak Cendol kaget, Lho, Jangan Den ! Jawabnya spontan
Sang Kyai pun tak kalah kagetnya : Kok Jangan ?
Lho, Kalau dibeli semua, bagaimana saya bisa berjualan ?
Sang Kyai terbelalak. Hatinya mulai knocked-down, tapi belum disadarinya.
Lho, kan saya beli semuanya, jadi bapak nggak perlu repot-repot berjualan lagi disini hari ini.
Pak Cendol tertawa dan sang Kyai makin terperangah.
Orang jualan kan untuk dibeli. Kalau sudah laku semua kanmalah beres ?
Pak Cendol makin terkekeh.
Panjenengan ini bagaimana tho den ! Kalau dagangan saya ini dibeli semua, nanti kalau orang lainnya mau beli bagaimana ! Mereka kan tidak kebagian !
Knock-Outlah Sang Kyai
Ia terpana. Pikirannya terguncang. Kemudian sambil tergeregap ia berkata : Maafkan, maafkan saya pak. Baiklah sekarang bapak kasih berapa saja yang bapak mau jual kepada saya.
Seperti seorang aktor di panggung yang disoraki penonton, ia kemudian mendapatkan vespanya dan ngeloyor pulang.
Sesampainya di Pondok ia langsung memberikan cendol ke dapur dan memberi beberapa penugasan kepada santriyah, kemudian ia menuju kamar, bersujud syukur dan mengucapkan istighfar, lantas melemparkan tubuhnya di ranjang.
Alangkah dini pengalaman batinku gumannya dalam hati. Sembahyang dan latihan hidupku masih amat kurang. Aku sungguh belum apa-apa di depan orang luar biasa itu. Ia tidak silau oleh rejeki nomplok. Ia tidak ditaklukan oleh sifat kemudahan-kemudahan memperoleh uang. Ia terhindar dari sifat rakus. Ia tetap punya dharma kepada sesama manusia sebagai penjual kepada pembeli-pembelinya.
Ia bukan hanya seorang pedagang. Ia seorang manusia !

https://yandhie.wordpress.com/

Cerita Mahasiswa Tingkat Akhir

Tahun ini saya menjadi mahasiswa tingkat akhir. Berdasarkan pengalaman dari yang sudah lulus, kita harus menikmati akhir-akhir masa perkuliahan dengan berkumpul bersama teman-teman terdekat sebelum kita sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing. Itu yang membuat saya senang pulang malam dari kampus hanya untuk “ketawa-ketawa” bersama pikapiku (sebutan untuk kita berlima, yang terbentuk karena ke ITC dan jajan es yang namanya pikapiku). Kita kumpul lebih banyak membicarakan mengenai kehidupan di luar kampus, jarang banget kita membicarakan masalah tugas kalo lagi kumpul (bahkan ga boleh ada yang bahas tugas kalo lagi kumpul), lebih seringnya kita membahas kejadian-kejadian apa yang kita alami di kehidupan kita masing-masing untuk saling berbagi dan mengambil pelajaran dari masing-masing kisah hidup kita (mulai dari bete2an sama temen, kesel sama orang rumah, kesel sama orang yg kita temuin di angkutan umum, unek-unek sama kehidupan organisasi, lagi suka sama seseorang, bete karena digantungin sama gebetan, galau-galauin mantan, sampe niat mau taarufan juga kita omongin kalo udah kumpul :D). mungkin bagi sebagian mahasiswa yang lain kita ini orang gila, padahal kuliahnya cuma dari jam 3 sore sampe jam 5 sore, tapi nongkrongnya sampe jam 7 malem bahkan pernah sampai jam stengah 9 kita baru pulang ke rumah masing-masing. Tapi bagi kita itu adalah moment yang sayang banget kalo ga dinikmati (rugi kali ah kuliah cuma mau dengerin dosen, baca buku sendiri juga bisa). 
Bagi saya, dunia perkulihan itu yang terpenting adalah seberapa banyak orang yang kita kenal dan seberapa banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan orang-orang yang kita kenal. Nah yang kedua baru deh kita ambil pelajaran apa yang dosen omongin. Saya mencoba berpikir realistis aja, zaman sekarang itu ijazah atau gelar yang membuntuti nama kita seakan-akan hanya jadi pendukung untuk mendapat pekerjaan yang bisa mensejahterakan hidup kita. Tapi semua itu akan lebih sia-sia lagi ketika kita tidak memiliki jaringan pertemanan yang luas. Sesukses apapun kita, sebanyak apapupun rezeki yang Tuhan berikan untuk kita, tidak nikmat rasanya jika kita tidak bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain, khususnya teman-teman terdekat kita.
Itulah sebabnya saya senang berkenalan dengan orang-orang baru dalam hidup saya, because we don’t meet people by accident. They are meant to cross our path for a reason. begitupun bertemunya saya dengan kalian berempat yang membuat hari-hari saya lebih berwarna. (walaupun gue sering bercanda, tapi tulisan gue kali ini gak lagi bercanda kok. gue serius nih haha)
 
http://lailatuludhiyah.blogspot.com/2015/01/cerita-mahasiswa-tingkat-akhir_11.html

Kisah kasih seorang ibu

Cernalah kata demi kata, jangan tergesa-gesa untuk membacanya..
IBU terdiri dari 3 kata yang mempunyai banyak arti dan makna. Aku terlahir dari seorang wanita mulia bernama Ibu. Seorang wanita yang kukenal sebagai sosok yang kuat, sabar, dan tabah. Wanita yang kuanggap sebagai penyejuk kehidupanku.
IBU adalah pahlawan, sahabat, kekasih, pelindung, penasehat, dan segala2nya bagi aku. Itu mungkin masih kurang cukup ungkapan yg pantas aku berikan untuk ibu ku tercinta. Tanpa beliau aku bukanlah siapa-siapa, aku tak mungkin bisa berdiri tegak dan mampu menghadapi berbagai pencobaan hidup yg terkadang itu teramat sangat luar biasa berat. Tapi ada di sisinya aku merasa kalo aku mampu menghadapinya.
Seorang Ibu melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan pamrih apapun juga. Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak-anaknya, tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun. Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan ini sepanjang masa.
Beruntunglah kita yang masih mempunyai ibunda yang sangat sayang sama kita,yang sangat peduli terhadap kita dan tidak ada yang bisa menggantikan posisi ibu. Mungkin kebanyakan orang belum pernah merasakan yang namanya mempunyai orang tua tunggal seperti saya. Setelah saya ditinggal oleh alm bapak saya, saya merasakan yang namanya perjuangan seorang ibu untuk anaknya. Ibuku mempunyai 3 anak yang hebat-hebat, setelah kami di tinggal oleh seorang ayah yang selalu memberikan nafkah untuk kami, kami baru merasakan yang namanya ayah sangat di perluka,karena tanpa ayah aku dan kakak-kakakutidak akan bisa seperti ini.
 Setelah kepergian ayahku, ibuku lah yang menjadi kepala rumah tangga sekaligus menjadi ibu rumah tangga, betapa hebatnya ibuku bisa menjalankan tugas keduanya, walaupun disaat-saat tertentu ibuku selalu terlihat lelah,yah tidak gampang untuk menjadi seorang ibu sekaligus bapak. Yang aku salut dari ibuku, ibuku tidak pernah mengeluh akan lelahnya fisik yang ia alami, dia selalu terlihat bersemangat di depan anak-anaknya, namun aku dan kakak-kakaku bisa merasakan apa yang ibu rasakan.
Hari demi hari anak mu semakin tumbuh besar dan dewasa, makin sibuk dengan kesibukkannya masing-masing, waktu dulu aku dan kakak-kakaku selalu ada di sampingnya, namun sekarang anak-anakmu berpisah dengan ibu, anak-anakmu sedang menata masa depannya yang lebih baik. Maaf kan kami bertiga ibu, apabila kami jarang mempunyai waktu bersama dengan ibu, tapi kami tidak akan pernah atau sedikitpun rasa sayang kami terhadap ibu luntur.
Renungkanlah: Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu? Kapan kita terakhir mengundang Ibu? Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan-jalan? Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis dengan ucapan terima kasih kepada Ibu kita? Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?

Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup, percuma kita memberikan bunga maupun tangisan apabila Ibu telah berangkat, karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.

TULISAN INDAH IBU

Ini adalah tulisan yang sangat indah.
Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmatilah
Jangan tergesa. Ini adalah harta karun
Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah
Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi
Bagi para ibu, kamu akan mencintainya

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.
‘Apakah jalannya jauh?’ tanyanya.
Pemandunya menjawab: ‘Ya, dan jalannya berat.
Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini…
Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’

Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik
daripada tahun-tahun ini.

Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka
sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih.
Mata hari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru:
‘Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.’


Lalu malam tiba bersama badai.
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan.

Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantelnya.
Anak-anak itu berkata: ‘Ibu, kami tidak takut, karena ibu dekat kami.
Tak ada yang dapat menyakiti kami.’

Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka. Anak-an ak memanjat dan
menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya:

‘Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.’ Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.
Saat sampai di puncak, mereka berkata: ‘Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu.’

Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata:
Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah belajar daya tahan
Menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini aku
memberi mereka kekuatan.’



Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi.
Awan perang, kebencian dan kejahatan.
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap.
Ibunya berkata: ‘Lihat ke atas. Arahkan matamu kepada sinar.’
Anak-anak menengadah dan melihat di atas awan-awan ada kemuliaan abadi
yang menuntun mereka melalui kegelapan.
Dan malam harinya ibu itu berkata: ‘Ini hari yang terbaik.
Karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.



Hari berganti minggu, bulan, dan tahun.
Ibu itu menjadi tua, dia kecil dan bungkuk.
Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat dan berjalan dengan gagah berani.
Saat jalannya sulit, mereka membopongnya; karena ia seringan bulu.
Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat
Sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar.
Ibu berkata: ‘Saya sudah sampai pada akhir perjalananku.
Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik daripada awalnya.

Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan
anak-anak mereka ada di belakang mereka.’  



Dan anak-anaknya menjawab: “Ibu selalu akan berjalan bersama kami…
Meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.’
Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri…
dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat.

Dan mereka berkata: “Kita tak dapat melihat ibu lagi.
Tetapi dia masih bersama kita.
Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan.
Ia senantiasa hadir dan hidup.

Ibumu selalu bersamamu?.
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.
Ibumu hidup dalam tawa candamu.
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata.
Dialah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu.
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu.
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu.
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian.
Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!

Teruskan pada semua ibu dan anak-anak yang kau kenal.
Semoga kita tidak pernah mengandaikan begitu saja ibu kita?
Teruskan juga pada para laki-laki?. Karena mereka juga punya ibu.
Semoga bisa menjadi bahan renungan buat kita semua…..salam DM.

https://smpsatuwonogiri86.wordpress.com/2008/10/20/tulisan-indah-ibu/

TENTANG IBU


Mungkin anda sudah tidak asing dengan lirik lagu dibawah ini, setiap bait dan kata-kata dalam lagu ini mencerminkan bagaimana kesedihan seorang mengingat ibunya,


Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan 
Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah
Seperti udara kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas..
Ibu..
Ibu ...
Ingin kudekat dan menangis dipangkuanmu
Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu
Lalu do'a-do'a baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas..
Ibu..
Ibu...  

Biarkan lagu  iwan fals tersebut terus diulang,

Bait Pertama   :
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh lewati rintang untuk aku anakmu.
Entah kita sadari atau tidak, namun begitulah kenyataannya. Beberapa dari kita mungkin mempunyai ibu yang bekerja disawah, bekerja memungut sampah, atau bahkan mencuci dari satu pintu kepintu. Mereka merelakan waktu mereka demi kita, demi sekolah kita, demi kuliah kita, dan demi masa depan kita. Jika kita memiliki tempat tinggal di perantauan yang layak, nyaman, dan hangat apa mungkin ibu kita merasakan hal yang sama, tubuhnya dingin tidur beralaskan dipan, dinding-dinding yang tak kuat menahan dinginnya angin malam. Jika kalian merasakan pekerjaan ibu kalian mapan pernahkah kalian perhatikan raut wajahnya yang kelelahan ketika pulang bekerja, apakah pernah terlihat ibu kalian duduk, menikmati makan malam dan bersantai, tidak.!!, mereka akan langsung masuk kamar untuk tidur karena seharian bekerja, demi siapa..??
Bait Kedua  :
Ibuku sayang masih terus berjalan, walau tapak kaki penuh darah penuh nanah.
Pernahkah kita menyadari ketika kita sedang tertawa  bersama teman-teman satu kantor, satu tempat kuliah atau satu sekolah, ketika itu ada seorang wanita tua yang kita panggil ibu sedang mengais sampah dan selalu ditatap dengan rasa jijik oleh orang-orang saat dia bekerja.
Bait Ketiga  :
Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas, ibu.., ibu...
Begitulah kenyataannya, ketika anda sedang menikmati makan malam anda, atau ketika anda sedang berkendara menuju tempat kerja, kuliah atau sekolah anda maka ketika itu ada seorang ibu yang merelakan dirinya di terik mentari tanpa menikmati sesuap nasi sekalipun demi memperoleh uang untuk dapat dikirim pada anda, atau yang lebih buruk lagi untuk anda yang merasa diri anda kurang mampu, maka sadarilah saat anda berinternet ria atau hanya sekedar membuang waktu anda tanpa belajar maka sadarilah dibalik tawa anda ada nafas yang belum anda bayarkan pada Ibu anda.
Setelah Bait ketiga selesai maka anda akan memahami makna sebenarnya dari kasih seorang Ibu, Ketika Bait tersebut selesai maka anda hanya akan melihat gambaran penyesalan. Anda akan menyesal ketika orang yang anda panggil "Ibu" menjadi renta, penglihatannya mulai memudar, dan ketika anda mengunjunginya anda hanya akan melihat hanya senyuman tersungging diwajahnya. Atau bahkan anda tidak menyadari bahwa orang tersebut, orang yang anda panggil "Ibu" telah lenyap dari sisi anda, berbaring dengan sejuta perasaan dibawanya dalam pembaringannya yang gelap dan dingin,...


Apakah sampai disitu..?? tidak, tak lama setelah anda menyadari tulisan diatas maka anda baru merasakan bahwa anda kehilangan sosok yang berarti bagi hidup anda. Anda kemudian merasa menyesal saat anda mengingat penolakan anda terhadap ibu anda, gubrisan anda atau malah ketika anda mengacuhkan ibu anda. Lalu anda kemudian teringat saat ibu anda tersenyum meski apa yang telah anda lakukan.

Dengar saran saya, Jika anda masih memiliki Ibu (Orangtua) yang tidak satu rumah dengan anda maka datangi mereka malam ini peluk mereka, cium mereka katakan anda sangat menyayangi mereka. Kemudian Jika anda berada dalam perantauan jangan malu untuk menelpon mereka, Jangan biarkan sedetikpun suara mereka terlewatkan katakan anda akan pulang dan akan membawakan kebahagiaan bagi mereka.

Rasulullah melarang kita membentak ibu kita dan bahkan melarang kita untuk berkata "Ah" pada ibu kita. Sungguh ketika Rasulullah  ditanya maka Beliau akan menyebut ibu tiga kali sebagai orang yang paling Dia cintai baru kemudian ayah.

Sungguh seorang ibu tidak akan pernah malu melahirkan anda kedunia ini, walau apapun tindakan yang anda lakukan. Namun dia hanya akan merasa bersalah karena tidak menjadi ibu yang baik bagi anda.

Berdoalah untuknya, berdoa untuk kebaikannya, kebahagiaannya dan senyumnya,
Tuhan, jika ada kesembuhan bagi ibuku dalam setiap sakitku maka biarkanlah aku sakit, Jika ada sedikit goresan dihati ibuku maka laknatlah aku, dan jika ada sedikitpun cintaku terhadap pasanganku melebihi cinta dan sayangku pada ibuku maka kutuklah aku, Tuhan, biarkan aku membahagiakan orang tuaku maka aku akan mengikhlaskan diriku kembali padamu.

http://segalahaldisekitarkita.blogspot.com/

Rabu, 06 Mei 2015

saajtahidu fauqa mustawa al-akhar

“kalau ingin sukses dan berprestasi dalam bidang apapun, maka lakukanlah dengan prinsip saajtahidu fauqa mustawa al-akhar. bahwa aku akan berjuang dengan usaha diatas rata-rata yang dilakukan orang lain”.-novel negeri 5 menara-


berprestasi dan sukses adalah keharusan! siapapun yang lahir didunia ini diberikan kemampuan dan potensi untuk jadi pribadi yang sukses dan berhasil. yaa, semuanya punya itu. akan tetapi, apakah kita mau berusaha lebih diatas rata-rata untuk meraih semua itu?
saya sangat terkesan dengan prinsip ini, coba renungkan lebih dalam untuk merasakan kekuatan prinsip sederhana ini. ingatlah, sang juara dan orang sukses itu kan jauh lebih sedikit daripada yang tidak sukses. apa sih yang membedakan sukses dan tidak? belum tentu faktor pembeda itu otak yang lebih cemerlang, badan yang lebih besar, atau orang tua yang lebih kaya. tapi yang membedakan adalah usaha kita! selama kita berusaha keras dan bekerja keras diatas orang kebanyakan, maka otomatis kita akan menjadi juara.
maka dari itu, kalau kita ingin menjadi pribadi yang sukses dan berhasil, prinsipnya adalah mau berusaha melebihi rata-rata. jangan pernah melakukan usaha yang biasa kalau menginginkan hasil yang luar biasa. hasil yang luar biasa itu diperoleh dari akumulasi usaha diatas rata-rata yang dikombinasikan oleh kerja keras dengan sungguh-sungguh, berusaha sepenuh tenaga tanpa putus asa, bekerja dengan sepenuh hati, dan tentunya dengan doa yang terus menerus kepada tuhan.
semua hal yang kita inginkan pasti bisa terpenuhi, asal kita mau berusaha dan yakin akan semua hal yang kita usahakan. insyaallah, tuhan pasti akan membuka jalan yang terbuka lebar menuju kesuksesan.
lalu perhatikanlah apa yang terjadi.

https://catatanraufmendunia.wordpress.com/category/aku-dan-tulisan-motivasi/